45 Warga Negara Asing Tertahan di Mentawai, Yudas: Perpanjang Izin Tinggal

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet saat telekonferensi bersama wartawan melalui kanal IJTI Sumbar, Sabtu (11/4). (Foto: screenshot)

Sebanyak 45 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara yang berwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tertahan di daerah tersebut sejak diberlakukannya pengetatan izin masuk-keluar oleh pemkab setempat.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan WNA tersebut belum diperbolehkan keluar dari Mentawai karena negara asal mereka masing-masing sudah mengambil kebijakan lockdown akibat pandemi Covid-19.

“Jumlahnya lebih kurang 45 orang. Mereka itu tidak berasal dari satu negara, namun ada yang dari Australia, Eropa, dan beberapa ada dari Amerika. Kemarin juga ada enam orang dari Malaysia, tapi mereka seminggu lalu memilih pergi ke Padang dan sudah kami fasilitasi,” kata Yudas saat telekonferensi bersama wartawan melalui kanal IJTI Sumbar, Sabtu (11/4).

Yudas menambahkan, keberadaan para WNA di Mentawai itu telah dilaporkannya kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, melalui telekonferensi, Jumat (10/4).

“Jadi saya sudah sampaikan mereka ini masih di Mentawai dan belum boleh keluar karena penyebabnya memang di kampung mereka itu sudah lockdown. Daripada mereka pergi ke kampungnya di sana dan terkatung-katung, masih mending tinggal di sini. Mereka tertib, hanya melakukan aktivitas surfing saja, tidak kontak dengan masyarakat,” imbuhnya.

Sesuai arahan dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, kata Yudas, pihaknya telah melapor kepada pihak Imigrasi untuk pemberian izin tinggal sementara sampai kondisi memungkinkan untuk WNA itu pulang ke negara masing-masing. Mereka berwisata sejak Maret lalu, sebelum pemberlakuan pembatasan masuk-keluar Mentawai.

“Pada prinsipnya memang pertama kali mereka hanya pergi berwisata, tapi dengan kondisi pandemi ini, tentu dikasih izin tinggal. Setelah kondisi baik, baru diizinkan pulang. Jadi, walaupun sudah habis (izin tinggal), tetap diberi izin tinggal sementara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, para WNA tersebut tersebar di berbagai resort di Mentawai dalam kondisi sehat.

“Mereka tinggal di resort-resort. Resortnya diisolasi, tidak boleh kontak dengan masyarakat. Resort-resort itu, sesuai aturan yang kami buat, tidak diperbolehkan menerima tamu baru. Tapi kalau tamu yang sudah ada, silakan, tidak ada masalah,” tukasnya.(esg)