Sandi Angkat Yuliandre Darwis jadi Pengarah Tim Evaluasi KEK Pariwisata

69

Tokoh muda Sumbar Yuliandre Darwis diangkat oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadi penasihat menteri, yakni sebagai salah seorang Pengarah di Tim Akselerasi dan Monitoring,  Evaluasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, dengan SK Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor SK/28/DI.02/MK/2022.

Selain Yuliandre, termasuk ke dalam Pengarah di tim tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri, kemudian Wakil Menteri, serta mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Dewan Pembina Asosiasi Mall se-Indonesia J Arnes Lukman.

Sementara penanggungjawab tim, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang didampingi 7 deputi yang ada di kementerian itu.

“Suatu kehormatan bagi saya diminta Pak Menteri Sandi untuk menjadi Pengarah di Tim Akselerasi dan Monitoring/ Evaluasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, dan saya mengucapkan terima kasih pada Pak Menteri Sandi,” ujar Yuliandre melalui keterangan persnya, Kamis (11/5).

Sebagaimana diketahui, saat ini Yuliandre Darwis merupakan salah seorang Komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Tapi disampaikan Yuliandre, tugas sebagai Pengarah di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini saling melengkapi dengan di KPI.

Baca Juga:  Monitoring ke Objek Wisata, Genius Umar Temukan yang Merusak Pemandangan

“Di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saya hanya sebagai advisor, sebagai Pengarah sebuah tim, yang tugasnya memberikan arahan dan pertimbangan kepada tim untuk menetapkan program dan kegiatan, baik dari segi waktu dan anggaran, serta pelaksanaannya,” terang Yuliandre.

Mudahan-mudahan, lanjut mantan Ketua KPI Pusat periode 2016-2019 ini, tugas sebagai pengarah ini bisa dilaksanakan sesuai pengalaman yang ia punya. Adapun Yuliandre di samping sebagai pakar di bidang komunikasi, juga mengelola usaha di bidang perfilman dan menjadi produser di beberapa film yang tayang di bioskop.

Di karenakan tugas tim ini meliputi kepariwisataan, maka sebut Yuliandre, hal ini sangat cocok sekali dengan kondisi di Sumbar yang mengedepankan sektor pariwisata sebagai unggulannya. Dan persoalan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata sudah ada perencanaannya tempo hari di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Mudah-mudahan tugas sebagai Pengarah di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, bermanfaat juga untuk pengembangan pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di Sumbar,” pungkasnya.(rel)