Menjanjikan: Spot Paralayang Taehbukik, Potensi Prestasi dan Wisata

19
Potensi Wisata dan Prestasi Spot Paralayang Taehbukik .(NET)

Tak sedikit masyarakat yang mengagumi potensi spot Paralayang Taehbukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Termasuk dari Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Datuak Bijo Dirajo. Potensi tersebut perlu dibangkitkan dan dapat dikelola dengan baik, sehingga bisa menarik minat para wisatawan.

Ini diungkapkan, anggota DPRD Sumbar dari partai Gerindra, jelang penutupan Festival Paralayang yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (10/7). “Tentunya ini menjadi potensi Sumbar untuk melahirkan atlet-atlet paralayang berprestasi cabang olahraga paralayang. Selain itu, jika dikelola dengan baik, juga akan memberikan dampak besar untuk masyarakat melalui sektor pariwisata,” ucap Nurkhalis saat berbincang dengan Padang Ekspres, Minggu (11/7).

Tentunya dengan spot paralayang terbaik ini, Nurkhalis menilai, perlu digeliatkan dan dibangkitkan dengan cara menggelar iven-iven olahraga paralayang. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan imunitas tubuh, kegiatan olahraga harus terus bejalan.

“Tentunya tetap menjaga agar tak boleh ada kerumunan, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” sebut Nurkhalis saat berdiskusi bersama, Pelatih Paralayang, Dodo Kurdi serta Ketua Harian Fasi Kota Payakumbuh, Iqbal.

Harapan itu disambut baik, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Ketua DPRD Deni Asra, saat pembukaan. Semua sepakat, melalui iven-iven paralayang akan menjaring bakat-bakat atlet muda paralayang. Ini akan menjadi aset bagi Limapuluh Kota untuk menuju prestasi Nasional dan Internasional.

Baca Juga:  Usai Operasi Ketupat, Kapolres Padangpanjang 'Sikat' 30 Kubik Sampah

Berawal dari keinginan bersama dari diskusi dengan para atlet dan penggiat olahraga paralayang, Nurkhalis Datuak Bijo, menilai perlu iven Festival dan akhirnya diwujudkan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga, Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota.

“Semoga iven ini akan menjadi cikal bakal, bangkitnya olahraga paralayang dan menjadi aset pariwisata minat khusus untuk Sumatera Barat, terutama bagi masyarakat, Taehbukik dan Limpuluh Kota,” ucap Nurkhalis.

Sementara pada saat pelaksanaannya, iven tersebut diikuti sejumlah daerah di Sumatera Barat hingga provinsi tetangga. Spot terbaik, Taeh Bukik di Sumatera Barat ini, akan menjadi salah satu primadona bagi para pilot parasut terbang di Indonesia.

Meski sejumlah tempat, seperti Langkisau, Lawang juga menawarkan spot paralayang dengan keistimewaannya, spot yang dimiliki Taehbukik dipuncak Gunung Bungsu ini, setidaknya memiliki dua keistimewaan.

“Selain untuk wisata dengan bentangan alam yang indah, seperti Lembah Harau dan sawah, hingga Kota Payakumbuh, dari tempat ini (Taegbukik, red) jarak terbang yang bisa ditempuh juga bisa sangat jauh hingga ke Kabupaten Sijunjung,” ungkap Dodo Kurdi, pelatih yang juga senior paralayang berusia 71 tahun ini. (fdl)