Batu Malin Kundang Tenggelam

38
Batu Malin Kundang. (net)

Sebuah video memperlihatkan Batu Malin Kundang di kawasan objek wisata Pantai Air Manis hilang tenggelam akibat genangan air, beredar di media sosial. Video berdurasi 50 detik itu diunggah akun Instagram @infosumbar. Video tersebut sontak menjadi viral dan telah ditonton sebanyak 95.294 warganet pada Minggu (11/10) sekitar pukul 16.02.

Dalam video itu terlihat genangan air menutupi sekitar kawasan objek wisata Batu Malin Kundang. Sementara, beberapa orang anak tampak berenang di genangan air tersebut.
“Air di sekitar sini tergenang dan tidak mengalir kayaknya ke arah laut makanya jadi danau buatan dan menjadi area bermain anak-anak. Kini batu Malin Kundang telah hilang,” kata pria yang merekam kejadian di video tersebut.

Di dalam postingan diunggah Sabtu (10/10) itu juga ditulis “Apakah ini memang direncanakan sebagai danau buatan? Dan apakah sengaja menghilangkan Batu Malin Kundang yang merupakan objek utama di Pantai air manis?.

Selain itu, akun tersebut juga meminta jawaban dari dinas terkait dengan menandai akun Instagram @pariwisata.padang @sumbartravel @kemenparekraf.ri. Sontak postingan tersebut mendapat beragam reaksi dan komentar dari para warganet. Banyak dari netizen yang menyayangkan hilangnya Batu Malin Kundang akibat tergenang air itu.

“Jangan sampai sejarah hilang, bahkan sampai Batu Malin Kundang hilang lenyaplah sudah ciri khas Minangkabau,” tulis warganet @priyamilano dalam kolom komentar.

“Boleh merenovasi tapi jangan sampai kebablasan. Sampai-sampai bukti cerita Malin Kundang yang menjadi cerita rakyat Sumbar menjadi hilang. Sungguh disayangkan,” timpal pemilik akun @hafiizsyafl.

Marnis, 47 pedagang minuman di sekitar lokasi tersebut mengatakan, Batu Malin Kundang tenggelam akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan ini, sehingga tidak terlihat. “Saya perkirakan tinggi airnya setinggi dada anak-anak SD,” tutur Marni.

Sebelumnnya air juga menggenangi Batu Malin Kundang, tapi hanya sekitar batu dan kapal-kapal. Tapi empat hari ini, lokasi Batu Malin Kundang menjadi kolam renang.
Sekarang sedang dilakukan penyedotan oleh petugas dan Batu Malin Kundang sudah mulai terlihat lagi.

“Saya lihat petugas melakukan penyedotan air di sini. Namun jika terjadi hujan nanti malam, cobalah bapak datang besok pagi, maka bapak akan melihat lokasi ini akan digenangi air lagi dan anak-anak akan mandi,” ungkapnya.

Kondisi ini, sambung Marnis membuat jualannya sepi pembeli. “Sekarang paling banyak dapat uang sekitar Rp 50 ribu sehari. Biasanya bisa Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per harinya. Sekarang wisatawan enggan duduk di warung karena Batu Maling Kundang tidak terlihat dan mereka tidak bisa berfoto-foto,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres, kemarin (11/10) tidak menampik kalau Batu Malin Kundang hilang akibat adanya genangan air. Fenomena Batu Malin Kundang tergenang air terjadi akibat hujan yang melanda Kota Padang beberapa hari belakangan. Ditambah pasang naik air laut.

“Tapi kami sudah bekerja, dibantu pihak BPBD Padang, untuk menyedot genangan air itu dengan mesin pompa. Insya Allah sore ini (kemarin, red) genangan air itu sudah tidak ada lagi,” katanya.

Arfian menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membicarakan teknis permasalahan lubang aliran air di sekitar lokasi objek wisata tersebut. “Langkah ini supaya tidak terjadi lagi genangan air di sekitar objek wisata Batu Malin Kundang itu ke depannya,” ujar Arfian.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Padang Barlius membenarkan pihaknya telah menerjunkan personel BPBD Padang untuk membantu melakukan penyedotan air yang tergenang di sekitar kawasan objek wisata Batu Malin Kundang.

“Personel yang kita turunkan sebanyak satu regu yang terdiri dari enam orang. Insya Allah, kita akan usahakan penyedotan itu bisa selesai hari ini (kemarin, red). Sehingga dipastikan tidak ada lagi genangan air,” kata Barlius. (i/rid)