TPP Dewi Sumbar Ungkap Hasil Visitasi Persiapan ADWI 2022

35

Tim Pemberdayaan dan Pengembangan  (TPP) Desa Wisata (Dewi) menyampaikan hasil visitasi ke tiga desa wisata yang masuk nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yaitu Desa Wisata Pariangan Tanahdatar, Geopark Silokek Sijunjung dan Green Talao Park (GTP) Padangpariaman, Selasa (14/6/22) di Ruang Rapat Dinas Pariwisata Sumbar.

Pertemuan paparan hasil monitoring dan evaluasi tersebut, dipimpin Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Sumbar Doni Hendra dimoderatori Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Pariwisata Dispar Sumbar Asril.

Koordinator Tim TPP Dewi Sumbar Green Talao Park Elvis Kasmir mengungkapkan bahwa beberapa sektor dipersiapkan dengan baik, yakni infrastruktur destinasi,  homestay, dan kelembagaan pokdarwis. Produk unggulan buah nipah yang merupakan buah khas dari desa wisata tersebut harus bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam penjurian ADWI 2022.

Dekan FIS Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Siti Fatimah sebagai tim TPP Desa Wisata Nagari Pariangan, memaparkan hasil visitasi yang berfokus pada CHSE destinasi. “Masalah sampah dan toliet perlu dibenahi. Keunikan batik dari ampas kopi yang tidak ada di tempat lain mesti dijadikan sebagai produk unggulan desa wisata Pariangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  SPH Berulang Tahun ke-9, Lirik Hospital Tourism

Selain fokus masalah CHSE, lanjutnya, perlu menonjolkan keunikan Nagari Pariangan seperti usaha kreatif UMKM Batik Ampas Kopi yang belum memiliki galeri dan manajemen terstruktur. “Untuk destinasi alamnya sudah unggul tak perlu diperdebatkan lagi indahnya,” ujar Siti Fatimah.

Sementara itu Tim Geopark Silokek Adek Yulviandi, Datuak Wa’ang, Ilhamsyah Mirman dan Mona Sisca membeberkan masukan khusus dari hasil visitasi. Yakni apa saja yang akan ditonjolkan Geopark Silokek saat penjurian dan kunjungan Menteri Sandiaga Uno.

Yakni spot goa di Ngalau Basurek, kesenian khas talempong kayu dan  indahnya bebatuan purba yang berusia ratusan tahun serta bentangan sungai batang kuantan tempat yang cocok untuk sport tourism arung jeram.

Menanggapi pemaparan tersebut Doni Hendra merasa antusias dengan persiapan penilaian ADWI. Dalam penjurian itu, ada 7 kategori yang dievaluasi, yakni daya tarik alam dan buatan, homestay, suvenir digital dan kreatif, toilet umum, CHSE dan kelembagaan desa wisata.

“Semoga proses berbenah desa wisata kita ini tidak hanya untuk memenangi ADWI saja. Namun berlanjut terus menonjolkan keunikan destinasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri,” tukasnya.(rel)