Ini Pilihan Destinasi Wisata di Sumbar yang Buka saat Lebaran

140

Lebaran di tengah pandemi Covid-19 saat ini, destinasi wisata yang berada di zona oranye dan merah ditutup. Di Sumbar sendiri, terdapat 15 kabupaten dan kota di zona oranye, termasuk Kota Padang dan Bukittinggi yang biasanya paling ramai dikunjungi pada libur Lebaran.

Sedangkan empat kabupaten dan kota lainnya berada di zona kuning. Yakni Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Dharmasraya dan Mentawai.

Salah satu daerah zona kuning yang membuka destinasi wisatanya adalah Kota Pariaman. Namun, wisatawan atau pengunjung harus disiplin protokol kesehatan karena diawasi secara ketat. Yakni, wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Pengawasan dilakukan personel yang terdiri dari Kodim 0308 Pariaman, Polres Pariaman dan Pol Air, Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Bersama dengan pasukan yang ada tersebut nantinya, kita akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Ada lima titik yang kita pusatkan personel tersebut di Pantai Gandoriah, Pantai kata dan Talao Pauh,” ujar Wali Kota Pariaman Genius Umar.

Genius minta semua masyarakat dan pengunjung yang datang agar tetap mematuhi prokes yang ada, dengan menerapkan 3 M yang wajib untuk dilakukan.

“Bagi pengunjung dan pedagang yang ada, mereka harus memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, sehingga kita tetap dapat mempertahankan Kota Pariaman berada di zona kuningĀ  penyebaran Covid-19. Ekonomi bergerak, prokes tetap dijaga,” jelasnya.

Baca Juga:  Masjid Terapung Samudera Ilahi Painan Viral Gara-gara Retribusi Wisata

Kota Pariaman masuk dalam kategori zonasi kuning. Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar menyebutkan, poin Pariaman dalam penanganan Covid-19 tertinggi di Sumbar yakni 2,99 diikuti Kabupaten Mentawai, Kota Solok dan Kabupaten Dharmasraya.

“Kota Pariaman saat ini menjadi yang terbaik dalam penanganan Covid-19 di Sumatera Barat, dan kita bersama Forkopimda dan stakeholder terkait, selalu berkomitmen mewujudkan hal tersebut. Tentu saja ini perlu dukungan dari masyarakat sendiri dan kesadaran dari pengunjung,” jelas Genius.

Kepala Dinas Pariwisata Pariaman Marhen mengatakan, Sabtu (15/5/2021) ini dirinya mendampingi Wako Pariaman Genius Umar mengecek langsung penerapan prokes di destinasi wisata.

“Saat ini saya sama Pak Wali di Pulau Angso Duo untuk cek prokes di sini. Kapasitas tiap destinasi dibatasi hanya 25% dari total kapasitas normal,” ujar Marhen.

Agar tidak terjadi kerumunan, petugas menarik retribusi di pintu masuk destinasi.

Dari retribusi itu pula diketahui apakah kapasitas suatu destinasi sudah memenuhi kuota 25% atau belum. Seperti di pintu masuk Pantai Gandoriah, Pantai Kata dan Pulau Angso Duo.(esg/nia)