Baru Dibuka, Mifan Langsung Diserbu Pengunjung

Gerbang masuk Mifan Waterpark & Resort Kota Padangpanjang. (Foto: IST)

Setelah dibuka kembali Sabtu (13/6/2020), objek wisata Mifan Waterpark & Resort Kota Padangpanjang langsung diserbu pengunjung.

Direktur Utama Mifan Waterpark & Resort Kota Padangpanjang, Desrial Efendi mengatakan, dibukanya kembali objek wisata tersebut setelah adanya izin Pemko Padangpajang, pekan lalu.

Pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Sejak dibuka jumlah pengunjung yang datang cukup ramai. Hal ini diperkirakan selain dengan telah diberlakukannya new normal, juga adanya promo khusus untuk tiket masuk sebesar 50 %. “Tidak hanya kunjungan wahana waterpark yang pada hari ini sekitar 400-an pengunjung, tingkat hunian pada cottage mulai meningkat.

Meskipun demikian, Desrial mengaku, pihaknya selalu mengimbau dan mengingatkan setiap pengunjung yang ingin menikmati wahana bermain harus mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, diberlakukannya Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, bukan berarti ancaman virus korona telah berakhir.

“Selain secara lisan, kami juga sudah siapkan spanduk aturan Covid-19. Pengunjung diminta untuk mencuci tangan, memakai hand sanitizer, masker dan melakukan pengecekan suhu tubuh, serta membuat tanda jarak pada antrean tiket masuk,” terangnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padangpanjang, Maiharman membenarkan telah diterbitkannya surat izin terkait beroperasinya kembali objek wisata Mifan Waterpark & Resort. Hal ini sekaitan diberlakukannya kebijakan normal baru.

Secara umum dikatakannya, izin beroperasi tersebut ditujukan pada objek perhotelan, restoran dan pariwisata yang ada di kota berjuluk Serambi Mekkah itu. Izin tersebut berdasarkan instruksi Walikota Nomor 414 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 25 Tahun 2020.

“Izin tertulis itu telah kita sampaikan ke semua pelaku usaha tersebut sejak awal pekan lalu. Namun khusus untuk objek wisata Lubuk Matakucing, saat ini masih kita tutup. Sebab saat ini objek wisata pemandian belum ada ketegasan dilarang atau diperbolehkan. Ini akan dibahas besok (hari ini, red) melalui video conference dengan gubernur,” papar Maiharman yang dihubungi melalui telepon genggamnya. (wrd)