Pantai Padang Mulai Ramai Pengunjung

26
Para wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Padang, persisnya kawasan Tugu IORA, kemarin. (Foto: Indra Kurniawan-Padang Ekspres)

Seminggu pascapenerapan masa transisi new normal atau pola hidup baru, objek wisata di Kota Padang mulai ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah.
Seperti yang terlihat di kawasan objek wisata Pantai Padang, kemarin (14/6/2020).

Masyarakat tampak memadati kawasan Pantai Padang. Selain itu, para pelaku usaha dan pedagang pun juga sudah mulai ramai berjualan. Di antara pengunjung itu ada yang hanya sekadar lewat, singgah untuk menikmati kuliner dan mengajak keluarga bermain, serta berolahraga.

Aktivitas jual beli pedagang juga tampak mulai menggeliat. Dengan demikian, perekonomian masyarakat berangsur-angsur mulai kembali pulih. Salah seorang pengunjung objek wisata Pantai Padang, Wulandari Jaznia Zulfi, 32, mengaku mengunjungi Pantai Padang untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan.

“Kebetulan saya ingin makan kerupuk kuah dan anak juga minta main skuter di kawasan Tugu IORA. Makanya, saya ajak suami untuk mengunjungi Pantai Padang. Sekalian melihat sunset. Sebelumnya, saat PSBB lebih banyak di rumah, khawatir tertular Covid-19,” sebutnya.

Ramainya para pengunjung objek wisata Pantai Padang dirasakan oleh salah seorang pedagang di kawasan Gedung Kebudayaan Sumbar, Meldawati, 36. Dia mengatakan, pengunjung objek wisata Pantai Padang telah mulai ramai sejak 8 Juni atau masa transisi new normal.

“Sudah mulai ramai. Ya, semoga ekonomi bisa kembali stabil,” ujarnya.

Meski sempat sepi selama dua bulan belakangan karena PSBB, makanan yang dijualnya tidak ada kenaikan sama sekali.

“Harganya tetap normal seperti biasa. Ga mungkin kami naikkan, karena rata-rata masyarakat juga terdampak akibat Covid-19,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian mengatakan, seminggu pascadiberlakukan masa transisi pola hidup baru, objek wisata di Kota Padang telah mulai ramai dikunjungi masyarakat.

“Kondisinya hampir normal seperti biasa kembali. Tapi memang kepada pelaku usaha di kawasan objek wisata telah kami sarankan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai Perwako Padang No 49 Tahun 2020 itu,” sebutnya.

Dia menambahkan, dengan mulai ramainya pengunjung objek wisata di Kota Padang membuat ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di sektor pariwisata berangsur menggeliat.

“Dengan sudah mulai menggeliatnya sektor pariwisata ini diharapkan akan berpengaruh terhadap PAD Kota Padang,” imbuhnya.

Menurut Arfian, gerak pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata di Kota Padang diperkirakan akan kembali normal pada Agustus hingga akhir tahun 2020. Dengan catatan, masyarakat tetap patuh mengikuti protokol kesehatan agar Covid-19 terus mengalami penurunan.

“Sekarang kan kasus positif sudah mulai melandai dan pasien sembuh pun sudah mulai banyak. Jadi saya memperkirakan Agustus hingga akhir tahun ekonomi sudah mulai normal kembali,” jelasnya.

Arfian juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha atau pedagang di kawasan objek wisata Kota Padang agar tidak menaikkan harga.

“Kalau mau berusaha dengan sewajarnya. Jangan mematok harga yang tidak masuk akal. Yakinlah kalau berbuat seperti itu, usaha tidak akan bertahan lama. Palingan hanya sebentar. Setelah tahu masyarakat tidak akan mau datang lagi,” kata Arfian.

Jika ada laporan dari masyarakat, pihaknya akan menindaklanjuti dan memanggil pemilik untuk diberikan pengertian, pemahaman, atau teguran.

“Mungkin nanti setelah itu kami akan merekomendasikan kepada masyarakat bahwa tempat mereka itu tidak layak untuk dikunjungi,” tukas Arfian. (i)