Sektor Wisata Sumbar Mulai Menggeliat

45
Di era transisi menuju new normal ini sejumlah objek wisata mulai dibuka salah satunya Istano Basa Pagaruyung ini. (Foto: IST)

Sejumlah destinasi wisata di Sumbar mulai dibuka bahkan ada yang menggeliat setelah penerapan fase normal baru. Pemprov Sumbar saat ini juga sedang menunggu standar operasional prosedur (SOP) untuk objek wisata air yang sedang dibahas dan akan disepakati dinas pariwisata dengan tim ahli. Targetnya minggu depan semua bisa dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau objek wisata bebas Covid-19 di Taman Margasatwa Wisata Kandih, Kota Sawahlunto, Minggu (14/6).

“Untuk objek wisata yang bersifat kolam renang, tim dan dinas pariwisata sedang membahas bagaimana berwisata di kolam renang terbebas dari Covid-19. Kami berharap masyarakat yang berwisata selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Katanya, saat ini masyarakat sudah bisa menikmati pariwisata untuk melepas kejenuhan dan menenangkan pikiran namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Kabupaten kota dan pengelola diminta berkomitmen menerapkan protokol kesehatan di objek wisata,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Tanahdatar Abdul Hakim menyebut sejumlah objek wisata sudah mulai dibuka untuk umum termasuk hotel dan restoran. Objek wisata yang sudah dibuka seperti Istano Basa Pagaruyung, Panorama Tabek Patah, Tanjung Mutiara, Batu Angkek-Angkek, Nagari Tuo Pariangan dan Aia Angek.

Pembukaan objek wisata dilakukan untuk menguatkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Objek wisata yang dibuka itu juga sudah menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Dandim 0307 Tanahdatar Letkol. Inf. Edi S. Harahap mengatakan, masyarakat harus terus diedukasi agar melaksanakan protokol kesehatan selama berada di objek wisata, hotel dan restoran.

Wisatawan Bisa Kunjungi Mentawai
Sementara itu, pada 21 Juni 2020 Kabupaten Kepulauan Mentawai bakal memasuki fase normal baru. Sejalan dengan itu, kunjungan wisatawan ke daerah tersebut juga dibuka.

“Kemarin itu kita masih bergantung dengan Kota Padang. Sebab orang masuk Mentawai pasti lewat Padang. Nah, Padang masa batas PSBB tanggal 12 Juni 2020 telah selesai. Mentawai sampai 20 Juni 2020. Artinya juga, kunjungan wisatawan ke Mentawai akan dibuka kembali,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Joni Anwar.

Meski begitu, pembukaan kunjungan wisatawan ke Mentawai, mesti mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Sumbar.

Dia menilai, dampak dari Covid-19, sangat mempengaruhi sektor ekonomi dan pariwisata di Kepulauan Mentawai. Apalagi, salah satu penyumbang terbesar Pandapatan Asli Daerah (PAD) Kepulauan Mentawai masih dari sektor pariwisata. Dengan dibukanya kembali kunjungan wisatawan ke Mentawai, tamu dan pelaku wisata dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lakukan Pengecekan Kapal
Sementara itu, jelang pembukaan objek wisata Pulau Angso Duo, Dinas Perhubungan Kota Pariaman melakukan permintaan pengecekan kelayakkan kondisi kapal kepada KSOP Pariaman.

“Sudah lebih dari tiga bulan kapal tujuan ke Pulau Angso Duo bersandar. Tentunya perlu pengecekan kelayakan kapal untuk berlayar,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman Yanri Leza kemarin (14/6). Untuk pengecekan tersebut pihaknya hari ini mengirimkan permohonan kepada KSOP Padang, karena hal itu merupakan kewenangan KSOP.

Ada 31 kapal wisata tujuan ke Pulau Angso Duo yang ada di Pariaman. Ia berharap sebelum Sabtu (20/6) mendatang, seluruh kapal wisata sudah selesai dicek dan melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KSOP.

Kapal yang dibolehkan berlayar adalah kapal yang sudah mendapatkan rekomendasi dari KSOP Pariaman. Persiapan ini dilakukan, karena Pemerintah Kota Pariaman menjadwalkan untuk kembali membuka objek wisata ke Pulau Angso Duo, Sabtu mendatang.

Dalam kondisi normal, maksimal penumpang kapal 20 orang sesuai protokol Covid-19, maksimal hanya 12 orang dalam satu kapal. Untuk tarif, sebut Yanri Leza masih Rp 40 ribu untuk satu kali perjalanan dari dan ke pulau Angso Duo.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar melakuan peninjauan dan melihat langsung keadaan Pulau Angso Duo yang tutup selama wabah. Ia bersama stakeholder terkait lainnya terus berbenah menyiapkan kembali destinasi wisata unggulan di Pariaman termasuk Pulau Angso Duo.

Setelah tutup 3 bulan lebih, saat ini kondisi pulau saat ini semakin indah. Ia menjelaskan sebelum berlayar, seluruh kapal wisata yang mengantar wisatawan ke pulau, sudah melewati pengecekan. Baik kelayakan badan kapal, pelampung yang layak, dan surat surat yang mesti dilengkapi kembali apabila kembali beraktivitas. Hal ini sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Untuk kebersihan pulau, Genius sudah menginstruksikan Dinas Perkim Lingkungan Hidup untuk membersihkan pulau. Begitu juga dengan para pedagang yang berjualan di pulau, mesti ikut serta untuk membersihkan pulau ini.

Protokol Kesehatan di Homestay Wisata
Kurangnya penginapan dan perhotelan di Kabupaten Solok, Pemkab Solok menginisiasi maksimalkan homestay sebagai sarana pendukung pariwisata. Apalagi sektor pariwisata menjadi sektor prioritas, serta juga tekankan penerapan protokoler kesehatan saat normal baru.

“Kami sudah membina pengelola homestay maupun rumah gadang wisata, yang tersebar di beberapa kawasan dan nagari wisata Kabupaten Solok, berhubung dengan penerapan Normal Baru juga, kami akan sosialisasikan juga tentang protokoler kesehatan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Nasripul Romika.

Penerapan protokoler kesehatan itu, untuk tahap awal difokuskan dulu di homestay yang berada di kawasan wisata prioritas (Danau Kembar, Danau Singkarak, dan Arosuka) serta yang tersebar di nagari wisata budaya (Paninggahan, Jawi-Jawi Guguak dan Koto Anau). Dengan total jumlah yang terdata sebanyak 40 homestay.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ) para pelaku dan pengelola homestay, serta meningkatkan kompetensi pengelola homestay dan memberi ruang untuk saling bersinergi dengan pelaku usaha pariwisata lainnya, pihaknya juga akan merencanakan pelatihan tambahan. Karena, akibat pandemi ini banyak tata cara yang harus diubah sesuai protokol kesehatan.

Ia menyebut, pengelola homestay harus mampu menerapkan nilai profesionalitas dalam pengelolaan, sehingga pengunjung mendapatkan kesan yang baik dari setiap kunjungan.

“Sebab penginapan ataupun perhotelan tidak banyak di Kabupaten Solok, sedangkan angka kunjungan tiap tahunnya meningkat,” ujarnya.

Saat ini dalam menunjang pengembangan pariwisata, pihaknya juga telah melakukan pembenahan pada vila-vila dan homestay yang ada di kawasan wisata. Penerapan konsep homestay rumah gadang di nagari wisata budaya diharapkan menjadi daya tarik khusus bagi wisatawan. Terkait kesiapan objek wisata, pihaknya juga turun ke lapangan mengecek kesiapan objek wisata unggulan dalam menatap masa normal baru. (wni/mal/nia/f)