Wisata Religi, Masjid Terapung Samudera Ilahi Pantai Carocok Painan

16
MASJID Terapung Samudera Ilahi di saat senja.(IST)

Kehadiran Masjid Terapung Samudera Ilahi di kawasan wisata Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ternyata bukan hanya sekadar menjawab kebutuhan untuk beribadah bagi pengunjung wisata dan masyarakat sekitar. Namun mampu menambah daya tarik bagi wisatawan untuk datang, dan menikmati keindahan masjid yang berdiri kokoh di kawasan itu. Seperti apa?

Mesjid yang diresmikan 5 Februari 2021 itu, ternyata mampu meningkatkan antusias masyarakat untuk berwisata ke Pesisir Selatan. “Namun karena masih dalam masa pandemi Covid-19, geliat itu belum terasa begitu menggetar,” ungkap Jupridal Suhendra 53, salah seorang pelaku wisata di kawasan itu kepada Padang Ekspres, kemarin (15/7).

Dijelaskannya, Masjid Terapung Samudera Ilahi itu ternyata telah menambah destinasi dan keindahan Pantai Carocok Painan. Sebab telah menjadi ikon baru yang juga ditunjang beberapa fasilitas lainnya seperti jembatan Asmara sebagai penghubung  Pulau Batu Kureta dengan Pantai Carocok, serta taman bermain yang nyaman di areal seluas 6 hektare di kawasan itu.

Hal itu diakui Mira Andriani 34, pengunjung asal Kerinci Provinsi Jambi, kepada Padang Ekspres Rabu (14/7). “Saya bersama suami dan dua anak saya memang menjadikan Masjid Terapung Samudera Ilahi ini sebagai tujuan utama untuk datang ke kawasan wisata ini. Sebab bangunannya yang kokoh dan berada di pinggir pantai ini memberikan nuansa yang berbeda dibanding dengan masjid-masjid lainnya yang pernah saya singgahi,” katanya.


Selain ingin berswafoto dengan latar  pemandangan pantai di sepanjang selasar masjid, kedatangannya ke masjid itu ingin melaksanakan Shalat Ashar. “Ada perasaan nyaman yang saya rasakan ketika melaksanakan Shalat Ashar di masjid ini. Deburan suara ombak yang disertai semilir angin sepoi-sepoi, membuat hati terasa damai ketika berada di masjid ini. Sehingga tidaklah mengherankan kalau di antara yang pernah datang, ingin untuk kembali lagi ke sini,” akunya.

Setelah puas bermain dan berswafoto di masjid, ternyata masih banyak lagi pilihan lain yang bisa dinikmati di kawasan itu. Sebab pengunjung juga bisa menyeberang ke Pulau Cingkuak yang memiliki luas 4,5 hektare menggunakan jasa perahu tempel milik masyarakat dengan tarif penyeberangan yang tergolong murah yakni Rp 10 ribu untuk sekali jalan.

Pengunjung yang mendatangi Pulau Cingkuak, dapat menikmati riak gelombang dengan pasirnya yang bersih sambil  berenang di sekitar pulau. Berbagai fasilitas permainan anak-anak dan dewasa dapat dinikmati di pulau yang memiliki benteng peninggalan Portugis itu.

Baca Juga:  Objek Wisata Goa Batu Kapal Diperbaiki

“Tidak cukup waktu satu hari untuk bisa menikmati wisata dengan berbagai atraksi permainan yang ditawarkan di kawasan ini. Makanya kami berniat untuk kembali lagi ke sini nantinya,” akunya kepada Padang Ekspres.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pessel, H Asli Saan, ketika dihubungi Padang Ekspres, kemarin (15/7) mengaku, sangat bangga dengan kehadiran masjid terapung di kawasan wisata Pantai Carocok Painan tersebut.

“Atas nama masyarakat Pessel, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Pessel atas pembangunan masjid ini. Dan saya juga merasa bangga, karena pembangunan Masjid Terapung Samudera Ilahi ini benar-benar terwujud di kawasan wisata unggulan di daerah yang dijuluki dengan sejuta pesona ini,” katanya.

Diakuinya, informasi keberadaan Masjid Terapung Samudera Ilahi itu sudah tersebar ke berbagai penjuru nusantara bahkan sampai keluar negeri. “Beberapa waktu lalu saya ditelepon oleh seorang imam besar masjid dari Malaysia, yang menyampaikan kekagumannya dengan keindahan masjid ini,” akunya.

Dia juga berharap masjid tersebut akan menjadi pusat informasi sejarah kebudayaan Islam di daerah itu di masa datang. “Sebab salah satu tujuan masjid ini dibangunan selain mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pessel periode 2016-2021, yakni mewujudkan Kabupaten Pesisir Selatan yang mandiri, unggul, agamis dan sejahtera, juga akan dijadikan sebagai pusat kajian sejarah perkembangan Islam di Pessel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo, ketika dihubungi mengakui, sebelum pandemi Covid-19, pada hari-hari libur, tingkat kunjungan ke kawasan wisata Pantai Carocok Painan bisa mencapai 7 ribu orang sehari.

Sedangkan yang menyeberang ke Pulau Cingkuak yang berjarak sekitar 300 meter dari Pantai Carocok mencapai 3 ribu orang pula. Karena di pulau yang memiliki peninggalan sejarah berupa Benteng Portugis itu, pengunjung selain bisa berenang di pantai juga bisa menikmati berbagai permainan anak-anak dan dewasa, seperti jet ski, banana boat dan lainnya.

“Dengan bertambahnya destinasi baru (masjid tarapung, red) yang bisa dijadikan sebagai salah satu ikon unggulan. Maka diyakini tingkat kunjungan akan semakin tinggi. Kita berharap pandemi Covid-19 segera berakhir,” harapnya. (***)