Resah Pungli di Luar Jam Kunjungan, Baliho Raksasa Dipajang di Jalan Harau

105

Banyak disorot soal masih adanya pungutan liar masuk objek wisata Harau, terutama di luar jam kunjungan yang telah diatur sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota, Desri, sebar selebaran hingga buat baliho pemberitahuan.

Pukul 17.00 hingga pukul 08.00 WIB, masuk objek wisata Lembah Harau Gratis” begitu tertulis pada baliho dan selebaran pengumuman yang disebar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Desri sepanjang jalan menuju objek wisata Lembah Harau.

“Ini bagian dari strategi kita dan pembinaan, kita utamakan upaya-upaya persuasif lebih dulu. Jika ke depan masih belum ada perubahannya, tentu kita akan koordinasikan dengan Polres,” sebut Desri, Selasa(17/5).

Dugaan pungli yang akhir-akhir ini disoroti masyarakat, terkait masuk ke Lembah Harau saat sebelum pukul 08.00 WIB atau setelah pukul 17.00 WIB. Sebab karcis dan petugas sesuai aturan hanya dijual saat jam tersebut.

Lebih jauh menurut Kadisparpora untuk kemajuan Lembah Harau ke depannya, perlu aturan yang lebih rinci dan mengakomodir kearifan lokal masyarakat. Sehingga selain Pendapatan Asli Daerah (PAD) Limapuluh Kota, masyarakat di sekitar kawasan objek wisata juga merasakan dampaknya bagi kesejahteraan secara langsung.

Untuk kearifan lokal tersebut sudah disampaikan oleh masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui DPRD dan Bupati Limapuluh Kota.

Baca Juga:  SPH Berulang Tahun ke-9, Lirik Hospital Tourism

“Bahkan pada saat lebaran tahun 2022 ini juga diberlakukan pengelolaan bersama anak nagari selama 7 hari mulai saat Lebaran Idul Fitri sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat yang telah berlaku sejak lama,” sebut Kadis Parpora.

Hanya saja, berapa jumlah yang didapatkan dari tiket atau karcis masuk Objek Wisata Lembah Harau belum bisa dirinci Kadis Parpora. “Kita belum dapat salinan rinciannya, nanti kita informasikan. Sebab setorannya langsung ke kas keuangan daerah,” sebut Desri.

Terkait aturan, Kepala Dinas Parpora, Desri menyebutkan, Disparpora akan menetapkan target pendapatan lebih besar dengan harga tiket juga akan dinaikkan dari Rp 5 ribu menjadi Rp20 ribu. “Kalau target kita besar sekali sebanyak Rp7.5 M dengan harga tiket Rp 20 ribu, itu bunyi Ranperda yang akan diterapkan,” sebut Desri.

Namun ranperda tersebut, kata Kepala Dinas Parpora, belum disahkan. “Dalam waktu dekat kita akan berlakukan tiket elektronik, rencananya akan diuji coba pada¬† 23 Januari tahun 2023,” tutup Desri.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Padang Ekspres masyarakat berharap ada sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait  aturan terkait lembah Harau.

“Masyarakat nagari yang berada di kawasan objek wisata Lembah Harau memiliki aspirasi yang sebelumnya sudah disampaikan ke DPRD dan akan disampaikan ke Bupati Limapuluh Kota,” ucap Azimar, salah seorang kepala Jorong, Selasa sore.(fdl)