Disebut Desa Terindah di Dunia, Pariangan! Bisa Menginap di Rumah Gadang!!

22
SEJUMLAH Rumah Gadang di Nagari Pariangan dijadikan homestay yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menginap.(IST)

Setelah mendapatkan julukan sebagai Desa Terindah di Dunia, kini desa wisata Pariangan semakin bersolek. Berbagai fasilitas disediakan oleh Pokdarwis untuk memuaskan setiap wisatawan. Salah satunya menginap di rumah gadang yang disulap menjadi homestay.

Nagari Pariangan berada di Kabupaten Tanahdatar. Dari Kota Padang, jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke Pariangan 2 jam, namun dari Kota Batusangkar, hanya butuh waktu 10 menit saja.

Saat ini, untuk memaksimalkan pelayanan kepada, pengelola objek wisata yang sekarang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Pariangan, menyediakan pelayanan berupa paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.

Apalagi nagari dengan julukan Desa Terindah itu memiliki banyak sekali spot menarik. Mulai pemandangan alam yang luar biasa indah. Hingga banyaknya peninggalan situs bersejarah. Sehingga membuat setiap orang yang datang ke Nagari Pariangan betah dan nyaman.

Ketua Pokdarwis Nagari Pariangan Afrizal Depi kepada Padang Ekspres mengatakan, saat ini telah disediakan paket wisata bagi pengunjung yang hendak berlibur ke Pariangan.

Selain memiliki banyak destinasi yang bisa memanjakan pengunjung, saat ini juga telah tersedia penginapan maupun homestay bagi pengunjung yang ingin menginap, baik di rumah gadang, ataupun di rumah permanen yang ada di Nagari Pariangan.

“Jadi pengelolaan oleh pokdarwis sendiri masih tergolong baru, di mana kami menyediakan berupa sejumlah paket wisata,” ujar Afrizal Depi.

Baca Juga:  SPH Berulang Tahun ke-9, Lirik Hospital Tourism

Untuk harga sendiri sebutnya, dapat dijangkau semua kalangan. “Ada yang dua hari satu malam. Nantinya pengunjung akan disuguhi tarian tradisional dan berbagai kebudayaan yang ada. Pengunjung akan didampingi menuju destinasi yang tersedia di dalam paket tersebut,” jelasnya.

Selain menikmati pemandangan alam dan objek air terjun, pengunjung tentunya akan mendapatkan banyak sekali wawasan terkait sejarah Minangkabau, serta situs-situs bersejarah lainnya.

“Alhamdulillah setelah kunjungan Presiden RI beberapa waktu lalu, diberikan anggaran oleh presiden untuk membenahi objek wisata. Saat ini belum terealisasi penuh. Namun, yang baru dikerjakan berupa pembangunan sarana jenjang ke Masjid Tuo Pariangan, dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Afrizal menyampaikan, sejak digencarkan pariwisata di lokasi itu, partisipasi masyarakat sangat tinggi, seperti menjaga kebersihan, hingga ramah dalam menyambut tamu yang datang.

“Kami masih tahap belajar secara profesional, tentu masih ada kekurangan. Namun, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kemudian, di kawasan Desa Pariangan, juga terdapat sejumlah masyarakat yang berjualan berbagai jenis makanan dengan harga yang sangat terjangkau, juga tersedianya lahan parkir yang memadai.

Sejauh ini, sebut Afrizal Depi, para pengunjung tidak hanya berdatangan dari Kabupaten Tanahdatar saja, melainkan juga dari provinsi tetangga hingga luar negeri seperti Malaysia. “Saat liburan Lebaran, tingkat kunjungan mencapai 7 ribu orang dalam satu hari,”tukasnya.(***)