Usung Konsep Wisata Water Front City

24
Destinasi wisata Talao Pauh Pariaman. (IST)

Destinasi Talao Pauh Pariaman kini menjadi idola baru bagi wisatawan jika berkunjung ke Kota Pariaman. Bagaimana keindahannya? Objek wisata ini mudah dijangkau. Jika wisatawan menggunakan transportasi kereta api ke Pariaman dan turun di stasiun Pariaman maka bisa menggunakan odong-odong ke Talao Pariaman.

Dengan biaya Rp 5.000 per orang sudah diantar ke Talao Pauh Pariaman. Odong-odong ini tersedia di hari-hari libur yang wara-wiri sepanjang Pantai Gandoriah Pariaman. Ya jarak antara Pantai Gandoriah dengan Talao Pariaman dekat, kurang lebih 1,5 km.

Atau jika mau sambil berolahraga bisa menyewa sepeda pada jasa penyewaan yang tersedia di sepanjang Pantai Gandoriah Pariaman. Bagi yang mau hemat bisa berjalan kaki melewati jembatan Gandoriah Brigde sambil ditemani hembusan angin pantai Pariaman.

Talao jika diartikan seperti telaga yang berada dekat dengan lautan. Telaga semacam danau yang kecil di mana sinar matahari bahkan dapat mencapai dasarnya. Talao yang hanya berjarak 2 kilometer dari pusat Kota Pariaman merupakan objek wisata yang mengusung konsep wisata water front city.

Hamparan telaga yang bening dengan berbagai fasilitas lengkap untuk bersantai bakal menyambut pengunjung di Talao Pauh Pariaman. Talao ini dilengkapi jembatan sepanjang 30 meter yang didesain minimalis dan menarik.

Dari atas jembatan, pengunjung bisa dengan damai menikmati gemericik air yang muncrat dari empat air mancur. Kehadiran air mancur ini sekaligus menjadi spot selfie favorit bagi wisatawan. Pengunjung juga bisa memberi makan beragam ikan air tawar yang ada di Talao.

Bagi yang ingin bersantai sambil bercengkrama dengan keluarga tersedia fasilitas gazebo yang terbuat dari kayu kelapa lengkap dengan atap. Di sini juga dilengkapi free wifi, kurang apalagi coba? Sehingga tak perlu khawatir duduk santai berlama-lama dikawasan ini. Mau bersantai sambil ngemil,tenang ada sejumlah pedagang camilan di sini.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM Pedagang di Talao Pauh, Pemko Pariaman Beri Pelatihan

Menunya mulai dari es kelapa muda hingga makanan tradisional seperti kerupuk kuah dan langkitang cucuik atau sejenis siput laut.  Termasuk cemilan khas Pariaman seperti sala bulek dan rakik udang. Harganya cukup bersahabat hanya merogoh kocek Rp 8.000 sudah bisa menikmati segarnya air kelapa muda.

Bagi yang mau makan “berat” juga ada rumah makan dengan menu favorit gulai kepala ikan disekitar objek wisata ini. Cara lain menikmati Talao ini bisa juga menikmati permainan wisata sepeda air. Tenang tarifnya sangat terjangkau Rp 10 ribu per jam. Anak-anak sangat menikmati permainan ini. Bagaimana dengan biaya retribusi?

Untuk saat ini Pemko Pariaman belum menetapkan biaya retribusi masuk pada objek wisata ini. Jadi untuk sementara masih gratis hingga ditetapkannya perwako retribusi. Pengunjung cukup membayar retribusi parkir sebesar Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

Wali Kota Pariaman Genius Umar menyebutkan nantinya akan dilengkapi dengan pencahayaan lampu penerangan yang dipasang di dalamnya. Tentunya dapat memberikan nuansa keindahan pada senja dan malam hari. Ada juga letter giant mark. Tulisan ini dapat meningkatkan nilai jual objek wisata Talao Pauah Pariaman ini.

Menjadi titik sentral pandang dan spot bagi pengunjung untuk berswafoto. Di samping itu saat ini Genius juga sedang mengajukan proposal ke pemerintah untuk menambah pembangunan di sisi utara Talao Pauh ini akan kembangkan. “InsyaAllah tahun depan akan dimulai lakukan pembangunannya,” sebut Genius.

Nantinya di Talao ini gelar iven kesenian dan budaya seperti sanggar musik, tari dan kreativitas anak-anak milenial lainnya. So tunggu apalagi, ayo wisata ke Pariaman, berkunjung ke Talao Pauh Pariaman. (nia)