Usai Eksplore Wisata Mentawai, Audy Rancang Iven Jetski Internasional 

79

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy bersama rombongan dari Dinas Pariwisata dan pegiat wisata sudah melihat langsung potensi wisata di Pulau Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dengan menungganggi jetski dari Pelabuhan Muaro Padang ke Sikakap Mentawai, Wagub Audy telah menikmati sensasi ekspedisi dalam menggali dan meningkatkan exposure pesona pariwisata Sumatera Barat, Minggu (20/2/22).

Diharapkannya ke depan, Sikakap kian dikenal luas sebagai destinasi wisata laut unggulan serta kunjungan wisata domestik dan mancanegara meningkat ke Mentawai. Sehingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat Mentawai, khususnya Sikakap semakin produktif.

Saat kembali merapat di Dermaga Muaro, Padang, pada Selasa siang (22/2/22), Wagub Audy mengatakan ekspedisi menunggangi jetski ke Pulau Beriloga Sabeu Mentawai cukup menantang. Meski harus beberapa kali menerjang badai. Perjalanan ke Pulau yang sebelumnya bernama Sanding itu relatif aman, baik dilalui dengan jetski, apalagi jika ditempuh dengan kapal.

“Perjalanan ke Beriloga Sabeu relatif aman. Memang beberapa kali kami harus menerjang badai yang cukup berat jika ditempuh dengan jetski, yang notabene kendaraan kecil, tapi aman banget. Sangat mungkin untuk dijadikan lokasi event jetski internasional,” ungkap Wagub.

Menurutnya, yang paling menarik adalah cuaca laut yang kerap berubah saat kembali dari Beriloga Sabeu, menyebabkan cukup seringnya terjadi lompatan dan bumpy ride, sehingga riding terasa lebih menantang.

Wagub juga mengutarakan rencananya untuk mengundang Aero dan Aqsa Sutan Aswar, dua atlet jetski nasional yang peraih medali emas dan perak pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Aero Sutan Aswar bahkan juga telah meraih juara di kelas Pro Endurance Runabout Open dalam Kejuaraaan Dunia Jetski di Arizona, Amerika Serikat pada 2019 lalu.

“Sangat mungkin untuk event internasional, kita sedang rencanakan untuk mengundang Aero dan Aqsa, atlet juara dunia jetski dan keduanya urang awak,” tambahnya.

Audy bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian tujuan perjalanan selama tiga hari dua malam itu.

“Misi utama dapat dilaksanakan dengan baik, Alhamdulillah pemasangan tapal batas Pulau Beriloga Sabeu (Sandiang), Pulau terluar Sumatera Barat berjalan lancar, didampingi juga oleh Bapak Bupati Kepulauan Mentawai,” ungkap Audy di Dermaga Muaro.

Audy mengatakan ekspedisi jetski ke Kepulauan Mentawai yang cukup ekstrim ini sekaligus dalam rangka persiapan pembangunan dermaga untuk menyambut Visit Sumbar 2023, pemetaan bio diversitas koral, serta upacara bendara sebagai simbol pengukuhan kembali nama Pulau Beriloga Sabeu (sebelumnya Pulau Sandiang).

Ia juga menegaskan kembali bahwa ekspedisi ini mematahkan paradigma bahwa Mentawai itu jauh. Dengan pesona keindahan wisata pantai dan lautnya, sangat disayangkan jika wisatawan yang berkunjung ke Sumbar tidak menyempatkan untuk melancong ke Kepulauan Mentawai.

“Mentawai itu deket lah, ga jauh, naik jetski aja kita tembus. Perjalanan juga aman,” kata Wagub itu melanjutkan.

Baca Juga:  Resah Pungli di Luar Jam Kunjungan, Baliho Raksasa Dipajang di Jalan Harau

Audy menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi dukungan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam ekspedisi itu, mulai dari komunitas jetski, influencer, hingga media massa.

Jangan hanya Wisatawan Lokal

Pegiat wisata Sumbar M Zuhrizul dan Nofrin Napilus mengapresiasi terobosan yang dilakukan Wagub Audy Joinaldy.”Ini potensi wisata yang bakal banyak dilirik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, memang ke depan ini mesti tuntas mengelolanya sehingga berdampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Misalnya diadakan gelaran even lomba atau touring jetski nasional atau internasional,” jelas Zuhrizul yang juga Ketua Umum DPD IATTA Sumbar.

Menurutnya, Beriloga Sabeu di Mentawai dari sisi pariwisata merupakan ekspedisi yang menjadi bagian dari rangkaian Sumbar menuju Visit Beauty West Sumatera 2023.

“Pada 2022 kita menyiapkan dan menggali destinasi serta potensi wisata termasuk SDM dan gerakan Sumbar bersih. Lalu, pada 2023 merealisasi momen puncak  tahun kunjungan wisata Sumbar,” kata Zuhrizul.

Dalam tahun ini, diusulkan sejumlah iven yang diharapkan bisa jadi daya tarik orang datang ke Sumbar. Namun, usulan ini bisa dijalankan jika pandemi sudah tuntas karena kedatangan wisatawan dari luar bakal banyak terkendala.

Iven yang diusulkan adalah Internasional Fun Fly di Maninjau, Painan, Solok, Limapuluh Kota dan Dharmasraya.

Kedua, Iven Minang Geopark ciclyng menelusuri Patahan Sumatera dengan lima danau,  melewati Solok, Padangpanjang, Bukittinggi, Limapuluh Kota dan Agam. Ketiga, Minang Geopark Run melintasi kabupaten dan kota. Keempat, Ekspedisi Jetski Padang-Mandeh-Siberut -Tuapejat-Sikakap dilanjutkan susur taman mangrove Mentawai dengan jetski.

Iven kelima yang diusulkan adalah, West Sumatera  Extreem Off road and Touring. Keenam, West Sumatera Seven Summit yakni pendakian 7 gunung di Sumbar meliputi  Kerinci, Talang, Marapi, Singgalang, Talamau, Tandikek, Pasaman.

Ketujuh, iven HICFES (Harau International Climbing Festival atau  panjat tebing harau plus Pasar Harau. Kemudian, kedelapan adalah iven International Rafting Festifal di Silokek Sijunjung, Halaban Limapuluh Kota dan Bonjol Pasaman.

Lalu, West Sumatera  Fun Diving Festival di kawasan Mandeh,  pesisir Pariaman dan Mentawai. Kesepuluh, Sumbar Run Cak ultra run series Asia dan surfing  world cup, dan Caving Explore Sumbar di kabupaten dan kota yang memiliki goa.

Sementara itu, Nofrins Napilus  mengatakan, iven pariwisata ke depan mesti diprioritaskan dihadiri orang-orang dari luar, baik domestik maupun mancanegara. Bukan lagi even-even skala kecil yang targetnya ramai tapi yang hadir warga lokal semua.

“Mindset even wisata seperti ini harus diubah. Ini sudah kita sampaikan sejak belasan tahun. Bagaimana kita siapkan destinasi dan even sehingga menarik orang luar berwisata ke Sumbar. Mereka berlibur, mengikuti even, dan tentu saja akan berbelanja. Jadi, tanpa orang luar yang datang, maka even yang kita bikin bakal sia-sia,” kata Nofrins yang pada tahun 2016 menginisiasi touring jetski Muaro Padang-Mentawai-Mandeh Pessel.(arf)