Cegah Balimau jelang Ramadhan, Satpol PP Sisir Objek Wisata

Petugas Satpol PP Padang patroli untuk memantau orang yang biasanya mandi beramai-ramai di pantai dan sungai atau balimau, Kamis (23/4/2020). (Foto: IST)

Petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Padang melakukan patroli untuk memantau orang yang biasanya mandi beramai-ramai di pantai dan sungai atau balimau sehari jelang Ramadhan, Kamis (23/4/2020)

“Kami menyisir seluruh tempat-tempat wisata yang kerap dijadikan tempat pemandian warga saat tradisi balimau di Kota Padang,” kata Kasat Pol PP Padang Alfiadi.

Dalam penyisiran di salah satu bibir pantai Pasir Jambak, Kecamatan Kototangah, kata Alfiadi, petugasnya tidak menemukan adanya warga berkerumunan, apalagi mandi-mandi di bibir pantai seperti tahun-tahun sebelumnya. “Begitu juga di tempat-tempat pemandian lainnya,” imbuhnya.

Percepatan pencegahan penyebaran virus korona baru Covid-19 ini, kata dia, perlu kerja sama semua pihak dan warga Kota Padang.

“Alhamdulillah untuk warga Padang sangat patuh sekali. Semua tempat pemandian yang biasanya ramai sehari sebelum Ramadhan, terlihat kosong,” Kata Alfiadi.

Dia mengimbau selama Ramadhan warga Padang betul-betul bisa menaati PSBB yang sudah ditetapkan.

“Semoga Ramadhan ini bisa berjalan lancar dan aman hendaknya. Saat Lebaran tiba kita sudah tidak ditakuti lagi dengan wabah ini. Untuk mewujudkan itu, tentu diperlukan kepatuhan seluruh warga kota agar tidak keluar rumah,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad meminta masyarakat tidak melaksanakan tradisi balimau jelang masuknya Ramadhan.

“Yakinkan semua masyarakat tak ada yang menyelenggarakan tradisi balimau. Sedangkan masjid tempat ibadah saja dikosongkan. Kalau ada juga masyarakat yang nekat melakukan, diminta aparat pengamanan harus tindak tegas. Tidak ada toleransi lagi,” kata Duski Samad, Senin (20/4/2020).

Dia mengatakan tradisi balimau sama saja dengan melakukan perkumpulan. Balimau berpotensi membuat penyebaran virus korona semakin meluas.

“MUI mengingatkan kembali bahwa saat ini bagian dari pembelajaran virus korona (Covid-19) terhadap masyarakat yang membuat budaya yang tidak benar dan harus dihentikan secepatnya,” ungkap Duski Samad.(esg)