Berwisata sembari Taklukkan Derasnya Air Sungai

18
Menikmati buah durian di atas perahu karet usai menaklukkan derasnya aliran sungai. (IST)

Kabupaten Dharmasraya menyimpan banyak  potensi wisata yang masih asri dan cukup bagus dikembangkan menjadi destinasi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain. Salah satunya wisata arung jeram yang berlokasi di aliran Sungai Asam Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asamjujuhan. Seperti apa keseruannya?

Di lokasi tersebut masyarakat bisa berarung  jeram sekaligus berwisata, menikmati alam yang masih sangat asri. Untuk mencapai lokasi tersebut, bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Benny Mandala Putra mengatakan, arung jeram di Sungai Asam tersebut tidak saja untuk wisata tapi juga untuk kejuaraan, buktinya pada pelaksanaan Porprov tahun 2020.

Dharmasraya ditunjuk sebagai tuan rumah untuk cabang olahraga arung jeram, segala persiapan sudah rampung dilakukan, namun terkendala oleh Covid-19, akhirnya porprov dibatalkan. Ditunjuknya kawasan ini sebagai lokasi arung jeram dikarenakan sungai tersebut memenuhi syarat untuk dilaksanakannya kejuaraan arung jeram.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati arung jeram di sungai tersebut dipersilakan datang ke Nagari Alahan Nan Tigo. Sampai di lokasi akan dijumpai basecamp arung jeram. BUMNag sudah menyediakan paket-paket untuk arung jeram, karena memang wisata itu dikelola oleh nagari melalui  BUMNag.

Kalau soal harga sepertinya sudah murah. Hanya merogoh kocek Rp 150 ribu per orang, sudah bisa berarung jeram. Satu perahu bisa memuat enam orang. Di samping itu pengunjung yang berarung jeram juga sudah disuransikan.

Seraya menikmati sensasi rafting di Sungai Asam tersebut, masyarakat juga bisa menikmati suasana alam yang masih sangat alami, air sungai yang masih jernih, sekaligus menikmati pemandangan di sepanjang aliran sungai berupa tebing, hutan, perkebunan karet atau sawit.

Juga bisa mendengar suara binatang seperti suara burung, monyet serta suara binatang hutan lainnya. Bahkan jika musim durian tiba, juga bisa menikmati duren langsung di batangnya. Hal itu makin memacu adrenalin untuk mengambil durian yang hanyut dibawa sungai dan menikmatinya diatas perahu.

Hal senada diungkapkan Ketua FAJI Dharmasraya, Masheri Yanda Boy. Dari 52 nagari di Kabupaten Dharmasraya, ada nagari yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi nagari mandiri melalui wisata arung jeram, yakni Nagari Alahan Nan Tigo yang berada di Kecamatan Asamjujuhan.

Untuk wisata, arung jeram memang merupakan  salah satu olahraga petualangan yang berbahaya dan ekstrem. Bisa menguji adrenalin, tetapi jika dikemas dengan baik dan mengikuti SOP yang benar, bisa menjadi olahraga wisata petualangan mengasyikan.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Kunjungan ke Sumbar, Kemenparekraf Bergerak Cepat

Pasca launching paket wisata arung jeram di nagari ini, telah banyak yang berminat untuk ikut menikmati sensasi jeram di Sungaiasam ini. “Dari sisi ekonomi, jika kita hitung secara sederhana saja, satu orang dipungut biaya Rp 150 ribu untuk  paket short time pengarungan dengan  fasilitas transportasi lokal, makan dan snack serta minuman hangat atau kelapa muda. Satu  perahu berisikan enam orang, akan terkumpul total Rp 900 ribu untuk satu trip  atau perahu,” katanya.

Jika hari Minggu, perahu bisa mengarung dua kali, akan terkumpul uang Rp 1,8 juta dan selama satu  bulan bisa menghasilkan Rp 7,2 juta. Ini dari pendapatan satu  perahu saja. Belum lagi jika pengunjung juga akan berbelanja.

“Apabila sesuai dengan ekspektasi kami, tidak akan kurang dari Rp 1 miliar  lebih selama satu  tahun uang akan dihasilkan dari wisata arung jeram ini,” katanya.

Menurut Masheri, dari sisi grade, maka Sungai Asam masuk dalam katagori grade dua. Artinya masuk dalam katagori batas aman. Karena makin tinggi grade-nya maka semakin memacu adrenalin untuk berafting.

“Saya akui, arung jeram Sungai Asam termasuk arung jeram yang bagus. Dengan kondisi sungai yang bervariasi seperti ada gua, arus deras, arus tenang, lubuk dan air yang dangkal sangat memungkinkan untuk memacu adrenalin. Dan dalam waktu situasi air yang masih sangat jernih.

Lendala yang ada dalam jawabnya, di antaranya adalah akses yang jauh pusat kabupaten. Berjarak sekitar 80 kilometer baru sampai di lokasi. Di samping itu juga masih kurang promosi, termasuk infrastruktur sebagian jalan yang belum mulus.

“Sebetulnya Pemkab Dharmasraya sudah mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membenahi jalan itu secara bertahap. Namun karena Covid-19 dana tersebut tidak jadi direalisasikan. Tapi yang jelas kita sangat mendukung sekali pengembangan wisata khususnya arung jeram di Sungai Asam tersebut,” katanya.

Sementara itu salah seorang warga Dharmasraya, Dani Putra, 31,yang pernah menjajal adrenalin ber-rafting di Sungai Asam tersebut menegaskan, sangat memacu adrenalin.
Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asamjujuhan Ramdani. Ke depan diharapkan agar agar objek wisata tersebut makin berkembang. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Apalagi kawasan tersebut dikelola oleh BUMNag sehingga bisa menopang kehidupan masyarakat dan menjadikan Nagari Alahan Nan Tigo menjadi nagari yang mandiri.  “Di samping bisa meningkatkan ekonomi masyarakat juga diharapkan menjadi ikonnya Dharmasraya,” ucap Ramdani. (ita)

Previous articleInstruksi Kementerian PANRB, Pemko Pariaman Sederhanakan Birokrasi
Next articleJabat Pinca BN Painan, Helfi: Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah