Ke Pasar Kuliner Padangpanjang, Ada Singkong Meledak Terempuk di Dunia

106

Jika ke Kota Padangpanjang, terasa belum lengkap kalau belum singgah ke pasar kulinernya. Buka sore hingga tengah malam. Tersaji beragam jenis makanan khas, termasuk nasi ampera, teh telur tapai, roti goreng, martabak dan lainnya.

Sejak November 2020 lalu, di pasar kota yang berhawa sejuk ini, bertambah satu lagi pilihan makanan yang lagi hits dan hingga kini diburu banyak orang, yakni  Singkong Meledak.

Singkong atau ubi kayu dikenal sebagai makanan tradisional. Namun pengolahan sajian Singkong Meledak, cukup unik dan sangat berbeda dengan olahan singkong biasa.

Singkong Meledak adalah makanan yang sudah rilis sejak tahun 1999. Ide ini berawal lantaran singkong dianggap makanan kuno dan sudah ketinggalan zaman sehingga peminatnya sangat sedikit dibanding makanan kekinian.

Awalnya, Singkong Meledak hanya diperkenalkan di bazar-bazar. Dan berjualan ke berbagai tempat dan daerah yang dikenal dengan sebutan “Manggaleh Babelok”. Hingga akhirnya, sekarang memiliki lapak tetap di beberapa tempat. Seperti di Padang, Koto Baru, Sungai Pua, Lapangan Kantin Bukittinggi dan Pasar Kuliner Padangpanjang.

Di pasar kuliner yang banyak dikunjungi wisatawan ini, terdapat dua lapak Singkong Meledak. Satu menggunakan mobil yang telah disulap lengkap dengan penggorengan.

Di mobil itu, terpampang tulisan, “Singkong Goreng Terempuk di Dunia. Di seberang mobil ini, ada seni tradisi Rabab yang menghibur pengunjung pasar kuliner.

Lapak kedua Singkong Meledak menggunakan tenda yang telah disediakan Pemko Padangpanjang.

“Ownernya bernama Aswandi, berasal dari Koto Baru,” ucap Zikra, karyawan Singkong Meledak di pasar kuliner kepada Tim Kominfo Padangpanjang.

Baca Juga:  Maksimalkan Layanan 112, Kominfo Upgrade Ilmu Operator

Nama Singkong Meledak terinspirasi dari bentuk singkong ketika dalam penggorengan, yang merekah atau seolah meledak. Singkong Meledak diolah dari singkong atau ubi kayu pilihan dengan bumbu dan resep rahasia agar tercipta rasa singkong yang lembut dan empuk setelah digoreng. Olahan singkong ini, diproses dua kali penggorengan. Sehingga, menghasilkan tekstur yang lembut dan empuk di mulut saat dinikmati.

Makanan berbahan dasar singkong ini memiliki cita rasa yang unik dan empuk. Hasil kolaborasi dari makanan tradisional ubi kayu dengan cita rasa modern seperti diberi saos sambal, mayones dan dua varian bumbu Antaka Rasa Balado dan BBQ.

Harga per porsinya hanya Rp 10.000 saja. Harga ini berlaku untuk Singkong Meledak original dan yang memiliki toping saos sambal dan mayones.

Singkong Meledak melayani pembeli dari pukul 16.30-24.00 WIB di Paskul. Khusus hari Ahad, mobil stand Singkong Meledak bisa dijumpai di GOR Bancahlaweh dari jam 07.00-10.00 WIB.

Zikra mengaku penjualan Singkong Meledak memiliki pembeli yang cukup baik. Setiap hari bisa menghabiskan sekitar 13 keranjang atau kurang lebih 100 kg singkong. Penjualan perhari bisa mencapai Rp 2 juta. Mereka juga menjual singkong mentah seharga Rp 15.000/kg. Jika dihitung-hitung, omzet perbulan bisa mencapai Rp 60juta. Itu baru pendapatan di Paskul, belum dari lapak di tempat lainnya.

“Harapannya, semoga Singkong Meledak semakin sukses ke depannya dan bisa mengembangkan cita rasa dan versi yang berbeda lagi,” ungkap Zikra.(rel/idr)