Geopark Jenjang Seribu Lubuaklandua, Bebatuan Purba dan Pemandangan Indah

22
PEMANDANGAN perbukitan menjadi daya tarik tersendiri oleh pengunjung untuk berfoto.(IST)

Jenjang Seribu. Itulah salah satu kawasan geopark yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Kawasan ini menawarkan beragam pesona dan potensi untuk dikembangkan. Kawasan geopark atau taman bumi Jenjang Seribu ini berada tepatnya di Lubuaklandua, Kecamatan Pasaman. Seperti apa?

Kawasan geopark Jenjang Seribu sudah cukup lengkap sebagai ekowisata, agrowisata edukasi dan potensi alam lainnya. Berada di ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut (Mdpl) pengunjung bisa melihat sunset dan sunrise yang memiliki sudut pandang yang sangat eksotik arah Pantai Sasak dan Simpangempat sebagai pusat Pasaman Barat sangat jelas terlihat.

Jenis bebatuan purba lava andesit dan lava piroplatik bekas semburan letusan Gunung Talamau juga bisa ditemukan. Serta 17 air terjun dengan air yang jernih dan sejuk siap menyambut pengunjung. Hingga puncak Gunung Talamau setinggi 2.982 Mdp bisa dicapai melalui jalur Jenjang Seribu. Selain itu, kicauan beragam burung bisa didengar jelas dan pemandangan lainnya yang sangat indah.

Pengunjung juga akan disuguhi pemandangan alam yang amat mempesona dengan udara segar hingga belaian angin sepoi-sepoi sepanjang kawasan jenjang seribu. Geopark Jenjang Seribu belum terlalu dikenal. Namun kawasan ini sudah diakui secara nasional dan masuk kawasan geopark nasional.

“Sebenarnya kawasan ini masih alami belum tersentuh. Dibutuhkan peran aktif komunitas atau pemilik tanah yang ada disekitarnya,” kata Pembina Geopark Talamau Pasaman Barat, Bodal kepada Padang Ekspres.

Menurut dia, kawasan yang masih perawan ini potensial dikembangkan menuju ekowisata dan agrowisata yang berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja lewat jasa pemandu, penyedia transportasi, homestay, menjual kerajinan, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Harian Geopark Talamau Roby Zandriko mengatakan, kawasan Jenjang Seribu menawarkan tiga pilar potensi yang ada. Pertama di pangkal masuk menuju kawasan Jenjang Seribu ada wisata religi Surau Lubuak Landua yang merupakan budaya (culture) dalam belajar agama dengan beragam budaya dan wisata ikan larangan.

Baca Juga:  Kesenian Tradisi Daerah, Pemko Pariaman akan Gelar Festival Musik Katumbak

Pilar kedua jika beranjak menuju kawasan Jenjang Seribu disugukan geologi berupa lava piroplastik yang merupakan bekas atau jalur semburan larva dari Gunung Talamau. Disekitarnya ada 17 air terjun dan pilar ketiga menawarkan bio diversity atau keberagaman hayati, flora fauna dan tumbuhan langka.

“Pada ketinggian 640 sampai 1.600 Mdpl ke atas dari hasil penelitian ahlj ada 176 jenis burung. Selain itu juga ada tumbuhan Raflesia dan satwa lainnya. Ketiga pilar itulah menjadi pendukung geopark Jenjang Seribu,” sebut Robby.

Menurutnya dengan potensi dan pesona yang ada itulah kawasan Jenjang Seribu sangat potensial dijadikan kawasan wisata. Baik wisata ekowisata, agrowisata dan wisata edukasi.
Artinya, saat ini pihaknya terus mencoba merangkul masyarakat dan pihak terkait bagaimana potensi itu nanti bisa tergarap dengan baik.

Idealnya potensi ini bisa dijadikan upaya peningkatan ekonomi warga. Ekonomi kreatif bisa dikembangkan dan akan membuka lapangan kerja. Untuk pengembangan kawasan ini diperlukan dukungan lintas sektoral seperti Bappenas, PUPR, BPBD, Koperindag, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, BPBD dan instansi terkait lainnya.

“Yakinlah jika potensi ini tergarap dengan baik maka akan menjadi aset daerah yang luar biasa dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Pihaknya sendiri telah melakukan berbagai langkah. Salah satunya mengidentifikasi titik-titik yang akan dikembangkan dengan ahli geologi. Sebab, geologi itu merupakan syarat mutlak untuk kawasan geopark.

Ia berharap dukungan semua pihak untuk memajukan kawasan geopark yang ada di Pasaman Barat ini. Pengunjung jika ingin menuju kawasan Geopark Jenjang Seribu bisa langsung menuju Jorong Lubuak Landua yang berjarak sekitar 30 menit dari Simpang Empat. Kemudian langsung menuju kawasan Jenjang Seribu yang memakan waktu sekitar satu jam perjalanan dengan pemandangan indah dengan hutan yang masih perawan. (***)