Jalan ke Objek Wisata & Penggilingan Padi Taram Rusak Parah

47

Sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan nagari di Nagari Taram, Kecamatan Harau, rusak parah. Hal itu menjadi keluhan utama masyarakat di nagari yang memiliki objek wisata Kapalo Banda dan Surau Tuo ini.

Tidak itu saja, nagari pemilik sekitar 30 unit penggilingan padi ini, sudah mengeluhkannya sejak beberapa tahun terakhir, namun belum jadi perhatian pemerintah.

Mobilitas nagari di Nagari Penyangga Ibu Kota Kabupaten (IKK) Sarilamak ini, terbilang cukup tinggi. Sehingga akses jalan yang lancar dan lebar menjadi kebutuhan utama, agar mobilitas penunjang ekonomi masyarakat ikut menjadi lebih baik.

Hal itu diungkapkan Wali Nagari Taram, Defrianto Ifkar, ketika diminta komentarnya terkait kerusakan jalan di beberapa ruas yang ada di Nagari Taram.

“Kerusakan jalan parah di Nagari Taram, bahkan jika boleh ungkapkan, sangat parah. Beginilah kondisinya. Kita sangat berharap segera dibenahi,” ungkap Defrianto Ifkar.

Wali nagari berprestasi ini,  sangat menyayangkan lambannya realisasi pembangunan di nagari. Padahal infrastruktur jalan sangat vital bagi masyarakat, kelancaran aktivitas dan ekonomi masyarakat.

Ruas jalan di Nagari Taram, diakui Defrianto Ifkar, hampir semuanya mengalami kerusakan. Kerusakan jalan kabupaten diperkirakan sepanjang 4 kilometer di dua ruas jalan.

“Ruas Jalan Batas Kota Taram-Batas Bukiklimbuku, kerusakannya sekitar 4 kilometer, kemudian ruas jalan dekat kantor Walinagari Taram menuju Surau Tuo taram dan SMP Negeri 2 Harau, dengan panjang kerusakan sekitar, 800 meter hingga satu kilometer,” beber Defrianto Ifkar.

Tidak hanya itu, jalan nagari juga alami kerusakan cukup parah. Wali Nagari menyebutkan sejumlah kerusakan jalan nagari yang belum bisa terbenahi hingga saat ini. Kerusakan jalan Gantiang, Parakbaru, Bukikbulek, alami kerusakan parah sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Wako Padang Puji Marawa Beach Club, Miliki View Eksotis & Ramah Lingkungan

“Jika dilihat kondisi saat ini, wajah Nagari Taram hampir tidak terlihat. Sebab jalan rusak di mana-mana. Sementara Taram dengan sekitar 30 unit pusat penggilingan padi dari berbagai daerah dan objek wisata yang ramai dikunjungi, merupakan salah satu nagari dengan mobilitas tinggi,” ucapnya.

Sementara jalan ke ke Objek Wisata Kapalo Banda Taram, sangat kecil. Meski sulit untuk dilakukan pelebaran, namun bahu jalan bisa dimaksimalkan. Kemudian dilakukan pemasangan dam di sisi tebing jalan. Selain itu sebenarnya yang menjadi penyebab kerusakan jalan, drainase yang tidak ada di beberapa ruas jalan,” terang Defrianto.

Wali Nagari sudah coba komunikasikan dengan Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak bandaro Rajo, keluhan masyarakat atas kerusakan yang butuh perbaikan tersebut, begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota.

“Jawaban Bapak Bupati, ini sudah menjadi prioritas untuk dibenahi tahun 2022 nanti. Mudah-mudahan ini akan segera diwujudkan dan bisa terealisasi secepatnya,” harapnya.

Terpisah Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota, Rilza Hanif dalam pesan singkatnya melalui WhatsApp mengatakan, jalan Taram sudah dalam rencana pembangunan 2022 nanti.

“Ada ruas jalan yang benar-benar parah di Taram saat ini  Satu, ruas Taram-Kapalo Banda, segmen depan Surau Tuo Taram, kemudian ruas Taram-Bukiklimbuku, segmen Taram-batas Kota,” ucap Kabid Bina Marga yang kini Plt Kepala Dinas PUPR Limapuluh Kota ini, kemarin.(fdl)