Kejadian ini terjadi ketika korban berada di trotoar pantai, lalu diserang dua ekor anjing yang diduga sedang agresif akibat perkelahian di sekitar lokasi.
Diserang Saat Bermain di Trotoar
Kepala Dinas Pariwisata melalui Kabid Destinasi, Diko Riva Utama, menjelaskan bahwa korban awalnya bermain di kawasan Pantai Air Manis sebelum tiba-tiba diserang.
Menurutnya, cukup banyak anjing liar berkeliaran di lokasi wisata tersebut.
“Kawanan anjing itu terlibat perkelahian, karena masih agresif, kemudian menyerang anak yang sedang bermain di trotoar,” ujar Diko, Jumat (20/3/2026).
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, paha, dan punggung.
Korban Jalani Penanganan Medis
Korban sempat dibawa ke puskesmas pembantu, namun kemudian dirujuk ke Puskesmas Seberang Padang karena keterbatasan fasilitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, membenarkan bahwa korban tiba sekitar pukul 12.00 WIB dengan keluhan gigitan anjing.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan luka multipel di punggung, dua luka gigitan di kepala, dan satu di paha, kondisi korban stabil,” jelasnya.
Petugas medis langsung melakukan pembersihan luka menggunakan sabun dan air mengalir, serta memberikan satu dosis Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).
Selain itu, korban juga diberikan obat berupa analgetik dan antibiotik, serta dijadwalkan untuk kontrol lanjutan guna pemberian vaksin dosis berikutnya.
Saat ini, kondisi korban dalam pemantauan Puskesmas Kuranji sesuai wilayah domisilinya.
Baca Juga: Salat Id Lebih Awal di Padang, Warga Muhammadiyah Rayakan Idulfitri 20 Maret 2026
Petugas Akan Tangkap Anjing Liar
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Tim kesehatan hewan akan turun bersama Dubalang Kota dan pihak kecamatan untuk mengidentifikasi serta menangkap anjing liar yang diduga menyerang korban.
“Kendala kita, sampai sekarang belum mengetahui hewan mana yang menggigit korban. Rencananya kita akan turun ke lokasi untuk identifikasi,” ujarnya.
Penangkapan akan dilakukan menggunakan jaring guna menghindari risiko bagi pengunjung.
Jika anjing berhasil diidentifikasi, hewan tersebut akan diobservasi untuk mengetahui kemungkinan terinfeksi rabies.
Apabila tidak dapat ditangkap, anjing liar tersebut direncanakan akan dimusnahkan dan sampelnya diperiksa di laboratorium Balai Veteriner Baso di Bukittinggi.
Imbauan Jaga Kebersihan
Pihak pemerintah juga mengimbau pedagang di kawasan Pantai Air Manis untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Sisa makanan yang dibuang sembarangan dinilai dapat mengundang hewan liar dan membahayakan pengunjung.
Sekretaris Camat Padang Selatan, Januar, menyebut pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan penertiban hewan liar di kawasan wisata tersebut.
“Besok akan kita jaring setiap hewan liar yang ada,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah kembali ke rumah, sementara data lengkap terkait identitas korban masih dalam proses pendataan.(*)
Editor : Hendra Efison