Jalan Panti–Simpang Empat Kembali Dibuka, Tebing Polong Anam Masih Rawan Longsor

PADEK.JAWAPOS.COM— Arus kendaraan di ruas jalan provinsi Panti–Simpang Empat, Pasaman Barat, kembali bisa melintas setelah material longsor di Polong Anam, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, dibersihkan petugas. Namun, pengguna jalan masih menghadapi ancaman longsor susulan karena kondisi tebing di sisi jalan dinilai rawan runtuh.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Armyzoprades, mengatakan petugas berhasil menyingkirkan material longsor yang menimbun badan jalan sejak Rabu hingga Kamis pagi.
Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan timbunan tanah dan material dari tebing. Proses pembersihan tidak berjalan mudah karena longsoran kembali terjadi ketika alat berat bekerja di lokasi.
Armyzoprades didampingi Kepala Bidang Bina Marga Elfiandri menjelaskan, kondisi tebing di sekitar jalan masih berisiko. Curah hujan yang tinggi, ditambah minimnya vegetasi berakar kuat untuk menahan tanah, membuat material dari lereng berpotensi kembali turun ke badan jalan.
Petugas di lapangan dikoordinasikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rahmat Yoga Randa bersama Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah I, Doni Eka Putra.
“Kalau sudah ada batu-batu kecil yang turun dari bukit, sebaiknya tidak lewat lagi. Itu pertanda akan ada longsor dari arah bukit,” kata Armyzoprades, mengingatkan pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan.
Jalur Alternatif Lewat Lubuksikaping–Padangsawah
Bagi pengendara yang hendak menuju Pasaman Barat dari arah Sumatera Utara, terutama ke Ujunggading dan Sungai Beremas, Armyzoprades menyarankan jalur alternatif melalui Lubuksikaping menuju Padangsawah.
Jalur tersebut dinilai memiliki kondisi jalan yang baik dan nyaman dilalui. Meski jarak perjalanan menjadi lebih jauh dibandingkan rute langsung, pengguna jalan dapat mempertimbangkan pilihan itu untuk menghindari risiko di kawasan longsor.
Kewaspadaan diperlukan terutama ketika hujan turun dan muncul tanda-tanda material bergerak dari lereng. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi di lokasi menunjukkan potensi longsor susulan.
Sopir Travel dan Pengangkut Barang Terdampak
Dampak longsor tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan pribadi. Sopir travel dan pengangkut barang juga harus menyesuaikan perjalanan, bahkan memutar melalui jalur lain ketika jalan belum dapat dilalui.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




