Berhasil merebound kinerjanya dengan baik. Itulah yang terlihat pada PT BPR Swadaya Anak Nagari. Setelah sempat fluktuatif, kini BPR yang berkantor pusat di jantung kota tersebut berhasil bangkit dan mencatatkan pertumbuhan usaha dengan baik.
“Alhamdulillah tahun 2021 ini PT BPR Swadaya Anak Nagari mulai membaik dan pulih secara pertumbuhan usaha. Total aset tercapai Rp48,71 Miliar, realisasi Kredit tercatat Rp19,21 Miliar dan Dana Pihak Ketiga tercatat Rp44,01 Miliar. Selain menghasilkan pertumbuhan positif, manajemen PT BPR Swadaya Anak Nagari (SAN) juga berhasil meningkatkan kualitas aktiva. Ini terlihat kian membaiknya kualitas kredit dan pengendalian biaya. Akumulasi kinerja bagus inilah membuat laba naik cukup tajam menjadi Rp185 juta di tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT BPR Swadaya Anak Nagari, Bambang Sumarkul SH, didampingi Direktur Fitri Yani SE di Simpang Empat, Pasaman Barat.
Menurut Bambang Sumarkul, berhasilnya manajemen melakukan come back terhadap pertumbuhan usaha tentulah kerja keras semua pihak terutama team work yang mau bekerja keras di lapangan. Baik dalam menghimpun dana maupun dalam mendistribusikan kredit.
Aset, Dana dan Biaya
Dari audit yang dilakukan akuntan public Bustaman, Ezeddin & Putranto Per 31 Desember 2021 tercatat total asset PT BPR Swadaya Anak Nagari sebesar Rp48,71 Miliar. Realisasi aset ini tercapai 132,98 persen dari target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2021. Selain melampaui target, realisasi asset ini juga bertumbuh sebesar 40,16 persen year on year.
Merangkak naiknya total aset tak terlepas dari kian dipercayanya PT BPR Swadaya Anak Nagari oleh masyarakat Pasaman Barat. Baik dalam menempatkan dana maupun dalam mendapatkan kredit usaha.
Hingga 31 Desember 2021 total dana pihak ketiga terhimpun sebanyak Rp44,01 Miliar. Dari dua produk penghimpun dana, keduanya menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp38,47 Miliar. Realisasi dana tabungan ini tercapai 139,17 persen dari target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank.
Bertumbuhnya Dana Pihak Ketiga tentulah berdampak pada beban bunga. Total beban bunga yang musti dipikul selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp1,23 Miliar. Sementara itu beban operasional selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp3,65 Miliar.
Kredit dan Pendapatan
Sedikit berbeda dengan dana, realisasi kredit relatif konstan. Total kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp19,21 Miliar. Sedangkan pendapatan yang mampu dibukukan tercatat sebanyak Rp3,87 Miliar. Total pendapatan sebesar Rp3,78 Miliar ini bersumber dari pendapatan bunga sebanyak Rp3,40 Miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp487 juta.
NPL, BOPO dan Laba
Berhasilnya manajemen PT BPR Swadaya Anak Nagari melakukan ekspansi usaha ditahun 2021 juga diiringi dengan baik dari tata kelola usaha. Buktinya, kualitas aktiva BPR Swadaya Anak Nagari ditahun 2021 ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebut saja dari sisi kualitas kredit. Sepanjang tahun 2021 kualitas kredit BPR Swadaya Anak Nagari jauh lebih baik seiring turumnya ratio Non performance Loan menjadi 6,07 persen. Realisasi ratio NPL turun tajam dibandingkan NPL tahun 2020 yang lalu. “Target kita di tahun 2021 ratio NPL ini bisa diturunkan lagi menjadi di bawah 4 persen. Ini sudah menjadi komitmen kita bersama,” ujar Bambang Sumarkul.
Selain sukses memperbaiki kualitas kredit, manajemen PT BPR Swadaya Anak Nagari juga berhasil melakukan tata kelola biaya. Buktinya ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BO/PO) berhasil diturunkan dari 99,36 persen di tahun 2020 turun menjadi 94,17 persen ditahun 2021.
Tantangan ke Depan
Meski telah berhasil mencatatkan pertumbuhan namun masih banyak catatan penting yang harus dikerjakan di tahun 2022 ini. “Ada beberapa hal urgent yang harus dilaksanakan demi mepertahankan sustainable usaha. Di antaranya melakukan ekspansi kredit karena di tahun 2021 BPR Swadaya Anak Nagari benar benar surplus likuiditas. Selain itu, pengendalian biaya harus terus dilakukan demi menekan ratio BO/PO. Selain itu yang tak kalah lebih penting adalah memaksimalkan kualitas kredit. Ratio NPL harus bisa diturunkan hingga dibawah 5 persen,” Bambang Sumarkul
PT BPR Swadaya Anak Nagari merupakan salah satu BPR yang beroperasional di Kabupaten Pasaman Barat. BPR ini memang terbilang agak tersegmentasi dari sisi nasabahnya. Mayoritas nasabah BPR ini mengeluti aktivitas perkebunan sawit. Artinya, fluktuatif harga tandan buah sawit (TBS) sangat menentukan terhadap kierja PT BPR Swadaya Anak Nagari. (two) Editor : Hendra Efison