Korban ditemukan di dasar sungai pada pukul 13.55 WIB setelah tim melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi terakhir korban terlihat.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil kerja tim gabungan yang melakukan pencarian sejak laporan diterima.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada pukul 13.55 WIB di dasar sungai, tepat di lokasi terakhir korban terlihat,” ujar Hendri, Senin sore.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Fahri Rifki Ardian sedang memancing bersama rekan-rekannya di pinggir Sungai Batang Lapu.
Setelah selesai memancing, mereka bermain lempar pasir di sekitar lokasi.
Ketika menghindari lemparan pasir dari temannya, Fahri melompat ke arah sungai.
Diduga karena tidak mahir berenang serta arus sungai yang cukup kuat, korban langsung terseret aliran air dan hanyut.
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Padang dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal, pada Senin dini hari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Pasaman yang berjumlah sembilan personel segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Jarak tempuh menuju lokasi sekitar 91 kilometer dari Pos SAR Pasaman.
Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan terdiri dari unsur Basarnas, TNI, BPBD, serta sekitar 20 orang warga setempat.
Pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Aqua Eye dan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.
Setelah alat Aqua Eye menangkap titik yang dicurigai, tim penyelam dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan langsung.
“Korban ditemukan pada koordinat 0°23'13.0''U - 99°30'16.4''T. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka pada pukul 14.17 WIB,” kata Hendri.
Operasi pencarian tersebut juga didukung sejumlah peralatan khusus, termasuk perahu rafting dan perangkat komunikasi lapangan.(*)
Editor : Hendra Efison