Penegasan itu disampaikan Benny saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Negeri 1 Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Senin (15/12/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti ratusan siswa dan guru.
Benny menyampaikan, Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat pilar kebangsaan adalah tanggung jawab kolektif untuk menjaga Indonesia tetap kokoh, bersatu, dan berdaulat, terutama menghadapi tantangan global di era digital,” ujar Benny.
Mantan Bupati Pasaman dua periode itu menjelaskan, globalisasi dan digitalisasi membawa dampak positif, seperti pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, pertukaran ilmu pengetahuan, serta kerja sama internasional.
Namun, di sisi lain juga memunculkan dampak negatif, termasuk erosi budaya, ketimpangan ekonomi, meningkatnya kejahatan siber, narkotika, dan judi online.
Benny menyoroti maraknya peredaran narkotika dan judi online yang kini menyasar anak-anak dan remaja. Ia mengingatkan kondisi tersebut dapat mengancam kualitas generasi muda dan masa depan Indonesia.
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2023 menunjukkan prevalensi narkotika di Indonesia mencapai 1,73 persen atau sekitar 3,33 juta orang usia 15–64 tahun.
Sementara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat jumlah pemain judi online di Indonesia mencapai 9,8 juta orang, dengan sekitar dua persen di antaranya berusia di bawah 10 tahun.
Menurut Benny, faktor lingkungan, pengaruh teman sebaya, akses internet tanpa pengawasan, serta kurangnya perhatian keluarga menjadi penyebab utama anak-anak terjerumus narkotika dan judi online.
“Edukasi dan pengawasan dari orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk melindungi anak-anak dan generasi muda,” katanya.
Benny menekankan, pengamalan nilai-nilai Pancasila dan pemahaman UUD 1945 dapat menjadi benteng moral dan intelektual bagi pelajar agar terhindar dari perilaku menyimpang yang merusak masa depan bangsa.(*)
Editor : Hendra Efison