
PADEK.JAWAPOS.COM -- Krisis pasokan air yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Latina), Kota Payakumbuh, dalam beberapa bulan terakhir memaksa para petani mengubah pola tanam.
Demi menjaga lahan tetap produktif, sebagian petani di Kelurahan Sungai Durian dan Parik Muko Aia memilih mengganti tanaman padi dengan jagung.
Perubahan komoditas tersebut dilakukan sebagai langkah bertahan di tengah keterbatasan air yang dinilai tidak lagi mencukupi kebutuhan budidaya padi.
Namun, harapan untuk memperoleh hasil yang lebih baik belum sepenuhnya terwujud karena harga jual jagung di tingkat petani justru mengalami penurunan.
Dalam dua pekan terakhir, harga jagung tercatat berada di kisaran Rp 6.000 per kilogram, turun dari harga normal yang biasanya berkisar antara Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram.
Salah seorang petani di Kecamatan Latina, Amri, mengatakan peralihan ke tanaman jagung dilakukan karena pasokan air untuk sawah semakin terbatas. “Kami terpaksa beralih menanam jagung sejak beberapa bulan lalu karena pasokan air untuk lahan pertanian sangat terbatas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Masril, petani asal Kelurahan Sungai Durian. Menurutnya, harga jagung saat ini belum mampu memberikan keuntungan yang sepadan dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.
Ia menjelaskan, hasil panen jagung selama ini menjadi salah satu sumber pasokan utama bahan baku pakan ternak ayam di wilayah sekitar. Karena itu, petani berharap harga kembali membaik agar usaha pertanian tetap memberikan keuntungan. “Idealnya, kami berharap harga jual jagung bisa kembali naik minimal di angka Rp 7.000 per kilogram agar keuntungan petani bisa lebih terasa,” kata Masril.
Di tengah penurunan harga hasil panen, petani mengaku masih mendapat sedikit keringanan dari kebijakan pemerintah terkait penurunan harga pupuk bersubsidi yang mulai diberlakukan sejak akhir tahun lalu.
Menurut Amri, kebijakan tersebut membantu mengurangi biaya produksi sehingga beban petani tidak semakin berat di tengah kondisi kekeringan. “Kami sangat terbantu dengan turunnya harga pupuk bersubsidi ini. Setidaknya bisa memangkas biaya modal di tengah situasi sulit air,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




