Pantauan Padang Ekspres pada Rabu dan Kamis (26/02/2026) sejak pukul 16.00 WIB menunjukkan kawasan pasar mulai dipadati masyarakat. Lapak pedagang berjajar di sepanjang badan jalan, menawarkan beragam takjil dari menu kekinian hingga makanan tradisional.
Meski tersedia roll cheese, dimsum, dessert box, serta minuman berwarna-warni, pembeli terlihat lebih banyak mengerubungi lapak yang menjual jajanan tradisional. Antrean tampak mengular di depan penjual lupis dan gorengan yang baru diangkat dari penggorengan.
Aroma santan dan gula merah dari lupis yang baru dipotong menarik perhatian pengunjung. Di sisi lain, bunyi minyak mendesis dari wajan gorengan menambah suasana khas pasar pabukoan menjelang waktu berbuka.
Ami (31), salah seorang pengunjung, mengatakan dirinya memilih jajanan tradisional karena cita rasanya sudah akrab sejak kecil dan dinilai lebih sesuai untuk menu berbuka puasa bersama keluarga.
“Kalau berbuka rasanya lebih nikmat makan yang sederhana seperti lupis atau gorengan. Anak-anak saya juga lebih suka kue talam,” ujarnya.
Menurut Ami, harga jajanan tradisional relatif terjangkau dibandingkan sebagian menu modern yang dijual lebih tinggi. Ia juga menilai makanan klasik tersebut tidak terlalu berat namun tetap mengenyangkan.
Hal serupa disampaikan Ikhsan (18), pelajar yang datang bersama teman-temannya. Ia mengaku tetap memilih gorengan dan lupis untuk berbuka meskipun sering mencoba makanan viral yang beredar di media sosial.
“Kalau buat buka puasa, saya lebih pilih gorengan sama lupis. Lebih pas saja rasanya,” katanya.
Ramainya pembeli membawa dampak langsung bagi pedagang. Eman (51), penjual gorengan dan perkedel jagung, mengaku harus menyiapkan adonan lebih banyak selama Ramadan karena permintaan meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Sejak pukul 15.00 WIB, ia mulai menggoreng bakwan, tahu isi, pisang goreng, hingga perkedel jagung yang menjadi menu andalan. Menjelang azan magrib, sebagian besar dagangannya hampir selalu habis terjual.
“Kalau Ramadan bisa dapat omzet sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu sampai waktu berbuka,” ujar Eman.
Baca Juga: Usai Tarawih, Surau Limau Manis Padang Jadi Ruang Diskusi Lintas Generasi
Ia menyebut perkedel jagung menjadi salah satu menu yang paling dicari pembeli karena rasanya gurih dan harganya terjangkau. Dalam sehari, ia dapat menjual lebih dari 200 potong gorengan.
Sementara itu, lapak yang menjual menu modern tetap diminati, meskipun jumlah pembelinya tidak sebanyak lapak tradisional. Pembeli di lapak tersebut didominasi kalangan remaja dan anak-anak.
Hingga menjelang azan magrib, Pasar Pabukoan Daya Bangun semakin ramai dengan transaksi yang berlangsung cepat.
Warga berlalu-lalang membawa kantong berisi takjil, sementara lupis, gorengan, dan kue talam tetap menjadi pilihan utama menu berbuka puasa Ramadan tahun ini.(*)
Editor : Hendra Efison