Kawasan ini ramai dikunjungi warga dan wisatawan karena menawarkan ruang publik modern, fasilitas olahraga, serta sentra kuliner yang hidup.
KWS Batang Agam merupakan proyek jangka panjang yang dirintis sejak masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Riza Falepi.
Pemerintah Kota Payakumbuh menata bantaran sungai secara bertahap hingga menjadi destinasi wisata yang dapat dinikmati semua kalangan.
Destinasi Wisata dan Pusat Aktivitas
Pengembangan kawasan dilakukan mulai dari Kelurahan Tanjung Pauh, Sungai Pinago Tanjung Gadang, hingga kawasan Ibuh.
Pembangunan direncanakan berlanjut hingga Balai Panjang untuk memperluas daya tarik wisata dan dampak ekonomi.
Pantauan di lokasi, aktivitas mulai terlihat sejak siang hari. Pelaku UMKM membuka lapak, menawarkan berbagai kuliner khas hingga jajanan kekinian yang menarik minat pengunjung.
Selain wisata, kawasan ini juga menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat. Fasilitas seperti skate park, velodrome sepatu roda, lapangan sepak bola berstandar nasional, hingga gedung olahraga (GOR) tersedia dan dimanfaatkan warga.
Menjelang sore, kawasan semakin ramai. Warga tampak melakukan jogging, bersepeda, hingga bersantai menikmati suasana bantaran sungai yang tertata rapi.
UMKM Tumbuh, Ekonomi Bergerak
KWS Batang Agam juga berkembang sebagai sentra kuliner. Beragam makanan tradisional dan modern tersedia, ditambah kehadiran kafe dan penjual kopi yang diminati kalangan muda.
Hendra (48), pedagang telur gulung, mengaku merasakan dampak positif sejak awal berjualan di kawasan tersebut.
“Sejak pertama buka saya sudah di sini. Alhamdulillah, dagangan selalu laku. Ramai terus, apalagi sore sampai malam,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan arus kendaraan dapat ditingkatkan, terutama saat sore hari ketika pengunjung membludak.
Hal serupa disampaikan Hafis (24), pedagang makanan bakar. Ia menilai kawasan ini memiliki peluang usaha yang besar.
“Peluang usaha di sini besar sekali. Ramai terus, apalagi akhir pekan,” katanya.
Daya Tarik Wisata dan Ruang Sosial
Kawasan ini juga menarik wisatawan dari luar daerah. Reva (31), salah satu pengunjung, mengaku tertarik menjelajahi kawasan menggunakan bus tur.
“Tempatnya bersih, tertata, dan nyaman untuk bersantai,” ungkapnya.
Lokasi KWS Batang Agam yang berada di pusat kota menjadi nilai tambah. Akses yang mudah serta kondisi sungai yang bersih mendukung kenyamanan pengunjung.
Pada sore hingga malam hari, kawasan semakin hidup. Pengunjung memadati gazebo dan saung untuk bersantai, menikmati kuliner, maupun berkumpul bersama.
Setiap akhir pekan, kawasan ini juga menjadi lokasi car free day di Kota Payakumbuh. Masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berolahraga tanpa gangguan kendaraan.
Proyeksi Pengembangan Kawasan
KWS Batang Agam tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Ratusan pelaku UMKM menggantungkan aktivitas usaha di kawasan ini.
Dengan rencana perluasan hingga Balai Panjang, kawasan ini diproyeksikan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison