Pelayanan Pencairan Dana Bansos, BNI Tegas Terapkan Prokes

BNI Wilayah Padang area Sumbar, Riau dan Kepri berkomitmen tinggi melakukan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat memberikan pelayanan kepada nasabah. Termasuk melayani pencairan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kepada masyarakat.

“Sangat keliru bila dipandang BNI abai dan pembiaran terhadap penerapan protokol kesehatan terutama dalam pelayanan nasabah dan penyaluran bantuan,” ujar Pemimpin Cabang Padang BNI Joko Teguh Sembodo, Jumat (18/12/2020).

Kebijakan itu sudah menjadi prosedur oleh BNI. Sebelum penyaluran bantuan, selalu mengimbau masyarakat yang datang mencairkan bantuan, agar mematuhi protokol kesehatan dan tidak berkerumun.

Namun, sayangnya antusias masyarakat ketika mendengar adanya pencairan bantuan dari pemerintah sangat tinggi, sehingga masyarakat beramai-ramai datang ke kantor Cabang BNI untuk mengambil bansos.

“Padahal untuk mencegah terjadinya penumpukan orang, BNI sudah membuatkan jadwal dan shift pencairan agar protokol kesehatan tetap dapat dijalankan dan diperhatikan. Seperti di Pasaman Barat, kita perbantukan dua unit mobil BNI Layanan Gerak (BLG), agar makin memudahkan akses masyarakat penerima,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, seperti di Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat, imbauan sudah disampaikan sejak awal kegiatan agar menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak dalam antrean. Layanan BLG ke beberapa titik itu juga sudah dikoordinasikan dengan wali nagari.

Namun, masyarakat tetap juga beramai-ramai datang saat pelayanan dan berulang kali diingatkan tetap saja tak terhindarkan keramaian. “Sebenarnya, masyarakat penerima bantuan sudah bisa mencairkan bantuan selain di KCP BNI, juga di ATM dan agen-agen yang ada,” ujar Joko.

Baca Juga:  IJBC: Ekspor Produk Unggulan Sumbar ke Timteng Harus Dioptimalkan

Menyinggung adanya anak-anak di lokasi pelayanan BLG, hal itu karena faktor orangtuanya yang membawa dan di luar kuasa petugas. Sedangkan soal koordinasi dengan pihak kepolisian, buktinya ada petugas yang mendampingi dalam kegiatan pelayanan penyaluran bantuan tersebut.

Joko juga menyebutkan, sebagai pihak yang diberi tugas pemerintah dalam penyaluran bantuan dalam pelaksanaan sudah sesuai prosedur dan menerapkan protokol kesehatan. Kami juga tidak hentinya mengajak nasabah dan masyarakat untuk punya komitmen yang sama.

Bila dalam kegiatan yang sebelumnya ada kekurangan sehingga ke depannya diharapkan penyaluran dapat lebih teratur. “Kami berterima kasih ada masukan dari berbagai pihak untuk langkah perbaikan,” tambah Joko.

BNI juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Priyadi terkait hal tersebut untuk menjelaskan situasi terkait pencairan bantuan BPUM dari pemerintah. Kapolres Pasaman Barat juga telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk mengawal setiap aktifitas penyaluran bantuan oleh BNI.

“Di mana memang telah terjadi lonjakan masyarakat dikarenakan tingginya antusias dalam melakukan pencairan dana bantuan dana pemerintah itu. Pihak Polres dan Satgas Covid-19 juga telah mengantisipasi kerumunan tersebut dan telah berkoordinasi dengan pihak BNI sehingga pelaksanaan kegiatan telah sesuai dan menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antrean, mencuci tangan, dan menggunakan masker,” ungkap Kapolres.

Terpisah, plt Wali Nagari Simpang Tigo, Jafriman, menyambut baik upaya percepatan yang dilakukan BNI karena bantuan ini ditunggu dan dibutuhkan masyarakat. Jafriman mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib dan mematuhi protokol kesehatan. (*)

Previous articleLurah Satu Ini Ajak Pak RT dan OPD Rapat dari Kafe ke Kafe
Next articleIrwan Prayitno Bangga, Pantun Masuk Warisan Budaya Takbenda UNESCO