Pembangunan Terminal Anak Air Rampung 99%, Dilengkapi Sarpras Modern

Kemajuan pembangunan Terminal Tipe A Anak Air di Kelurahan Batipuh Panjang, Kota Padang sudah mencapai 98,9 persen. Diharapkan terminal berkonsep modern itu dapat diujicoba operasionalnya menjelang Lebaran Idul Fitri 2021.

Sebab, setelah fisiknya tuntas, pengelola harus melengkapi sarana prasarana (sarpras) terminal. Mendudukkan semua hal teknis demi kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna terminal.

“Progresnya sudah mendekati 98,9 persen, menyisakan 1,1 persen termasuk pemasangan kaca dan ACP (Aluminium Composite Panel), yang semuanya kita datangkan dari Jakarta. Pengerjaannya dilakukan sampai jam 12 malam oleh 60-70 pekerja yang dibagi shiftnya, sehingga pemasangan kaca dan ACP hingga akhir kontrak tanggal 31 Desember bisa terpasang lah. Selanjutnya pembersihan areal,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, Ditjen Hubdar Kemenhub RI, Deny Kusdyana, saat meninjau pembangunan Terminal Anak Air itu, Selasa sore (29/12/2020).

Meski nantinya pembangunan Terminal Anak Air sudah selesai, untuk beroperasi perlu dilengkapi sarana dan prasarana pendukung. Termasuk yang kecil-kecil seperti mebel/perabotan, rambu-rambu/petunjuk jalur, kelengkapan tenant, dan toilet.

Selain pemasangan kaca dan ACP, kata Deny, saat ini juga sedang dilakukan pengeboran air tanah. Selain menggunakan air tanah, pihak pelaksana pembangunan juga sudah berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Kota Padang untuk penyediaan air bersih.

Untuk pengoperasian Terminal Type A Anak Air ini, BPTD Wilayah III Sumbar juga sudah koordinasi dengan Direktorat Prasarana Transportasi Darat Kemenhub RI. Deny tidak memungkiri, awalnya terminal ditargetkan bisa ujicoba operasi pertengahan Desember 2020. Namun dengan kondisi sarana dan prasarana yang belum ada, Deny tidak mau hal itu malah menimbulkan kekecewaan bagi pengguna jasa terminal.

“Terminal ini kan Kementerian Perhubungan yang membangun. Kita ingin terminal baru ini hadir dengan suasana yang kita dambakan bersama. Dari awal kita ingin memberikan kenyamanan dan ketertiban dengan suasana yang berbeda dengan terminal lain,” ujarnya.

Deny menyebutkan, di Terminal Anak Air tersedia 36 ruangan untuk tenant, yang diprioritaskan bagi usaha usaha kecil. Ukuran sekira 5×5 meter yang terdapat di lantai 1 dan lantai 2. Selain itu, juga ada ruangan kosong yang sangat fleksibel untuk disewakan. Artinya penyewa tinggal memberi partisi sekat ruangan sesuai kebutuhan usahanya.

“Soal sewanya menunggu hitung-hitungan oleh manajemen pengelola nantinya yakni Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel). Jadi Terminal Tipe A ini akan ada BPTD Wilayah III Sumbar sebagai penanggung jawab kegiatan terminal, kemudian Korsatpel, dan selanjutnya pihak ketiga yang mengurusi hal-hal yang berkenaan dengan pelayanan atau service excellent,” ungkap Deny Kusdyana.

Sarana prasarana berikutnya yang perlu disiapkan adalah ticketing. Deny memperlihatkan alat Ticket Vending Machine (TVM) yang sudah tiba dari Jakarta. Tinggal lagi pemasangan, dan penggunaan sistem aplikasinya atau harmonisasi dengan seluruh PO jasa angkutan yang nantinya memanfaatkan Terminal Anak Air.

Selesainya pembangunan Terminal Anak Air itu dalam waktu dekat ini, Kepala BPTD Wilayah III Sumbar itu berharap dukungan Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang untuk memperlebar akses jalan masuk ke terminal.

“Awal tahun 2021 diharapkan sudah ada pengerjaan pengerasan bahu Jalan Anak Air oleh pihak terkait. Termasuk dukungan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar untuk menyesuaikan perlintasan sebidang pada simpul akses masuk ke terminal,” harapnya. (hsn)

Previous articleLKAAM Tetap Eksis meski tanpa Dukungan Dana, tak Memihak di Pilkada
Next articleFPI Susul HTI jadi Organisasi Terlarang