Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesantren Ramadhan SD-SMP di Padang Jadi Program Pendidikan Kokurikuler, Ini Fakta Lengkapnya

R
Penulis: Riyadhatul Khalbi❯

Dr Muhammad Kosim MA, pengamat pendidikan agama Islam.
Dr Muhammad Kosim MA, pengamat pendidikan agama Islam.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang kembali menyelenggarakan pesantren Ramadhan bagi siswa SD dan SMP, menggabungkan kegiatan ibadah dan pembelajaran di masjid serta musholla sekitar tempat tinggal mereka.


Advertisement

Program ini telah berlangsung beberapa periode, meski Walikota berganti, untuk memperkuat pendidikan agama Islam secara kokurikuler.

Dr. Muhammad Kosim, M.A., pengamat pendidikan agama Islam, menyebut pesantren Ramadhan sebagai inovasi positif pendidikan Islam di Minangkabau.

"Program ini harus dievaluasi tiap tahun karena bagian dari pembelajaran sekolah yang dipindahkan ke mesjid dan musholla, sehingga kurikulum perlu penilaian menyeluruh melibatkan pihak internal dan eksternal," ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Advertisement

Kosim menjelaskan tantangan pelaksanaan program, pertama terkait keselarasan antara stakeholder, karena satu mesjid menampung murid dan guru dari berbagai sekolah.

Kedua, distribusi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak merata, sehingga beberapa mesjid memanfaatkan guru ngaji lokal atau pengurus mesjid.

"Tidak semua guru agama ada di tiap mesjid, penugasan sesuai domisili membuat distribusi tidak merata seperti di sekolah. Oleh karena itu, sinergi antara guru dan pengurus mesjid sangat penting," katanya.

Advertisement

Tantangan ketiga muncul setelah Ramadhan, di mana mesjid dan musholla kembali sepi. Kosim menekankan dukungan keluarga dan masyarakat agar anak muda terbiasa rutin beribadah.

Materi pesantren bersifat kokurikuler, berfokus pada penguatan dan pendalaman pelajaran intrakurikuler.

Ia menilai materi saat ini memadai, namun idealnya kualitas perlu ditingkatkan seiring ketersediaan guru yang merata.

Guru mata pelajaran non-PAI juga didorong menjadi pembimbing, memotivasi hafalan, diskusi kelompok, dan ibadah siswa.

Kosim berharap pesantren Ramadhan Kota Padang menjadi ikon pendidikan Islam Minangkabau dan contoh bagi daerah lain.

"Dinas Pendidikan harus tetap memiliki konsep penyempurnaan yang didukung tokoh masyarakat dan orang tua agar program berjalan berkelanjutan meski pimpinan berganti," ujarnya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

1.540 Face Recognition Smart Surau Didistribusikan November, Pemko Padang juga Siapkan Ruang Digital

1.540 Face Recognition Smart Surau Didistribusikan November, Pemko Padang juga Siapkan Ruang Digital

Pemko Padang menyiapkan Program Smart Surau dengan distribusi 1.540 perangkat face recognition, ruang digital, dan anggaran puluhan miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer