Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UIN Imam Bonjol Padang Tetapkan 4 Wisudawan Magister Terbaik, IPK Tertinggi 4,00

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati bersama wisudawan magister terbaik wisuda ke-95 dengan capaian IPK tertinggi hingga 4,00. (Foto: Humas)
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati bersama wisudawan magister terbaik wisuda ke-95 dengan capaian IPK tertinggi hingga 4,00. (Foto: Humas)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM-Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menetapkan empat wisudawan penerima beasiswa program magister pada wisuda Angkatan ke-95, Minggu (19/4/2026). Penetapan dilakukan pada hari kedua prosesi di Gedung J Kampus III.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd menetapkan empat wisudawan terbaik dari program pascasarjana yang berasal dari berbagai fakultas.

Keempat wisudawan tersebut adalah Sabrina Azzahra dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,91, Asyifa Khairunnisa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,92, Nurul Ummi Khaira dari Fakultas Syariah dengan IPK 3,93, serta Nurul Fadilla dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang meraih IPK sempurna 4,00.

Advertisement

Selain itu, pada hari kedua wisuda, kampus juga menetapkan 24 wisudawan terbaik lainnya, yang terdiri dari 16 wisudawan terbaik program studi dan 8 wisudawan kategori Bintang Aktivis kampus.

Martin Kustati mengtakan bahwa capaian akademik tidak terlepas dari peran keluarga, khususnya orang tua. 

“Anak-anakku yang sangat saya banggakan, ingatlah satu hal, ijazah bukanlah sekadar kertas tanda kelulusan. Ia adalah secarik surat mandat dari peradaban,” ujarnya.

Advertisement

Secara keseluruhan, jumlah wisudawan pada hari kedua mencapai 510 orang dari empat fakultas. Jika digabungkan dengan hari pertama, total lulusan pada wisuda Angkatan ke-95 UIN Imam Bonjol Padang mencapai 1.001 orang.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi UIN Imam Bonjol Padang dalam mencetak lulusan berkualitas di tengah persaingan global dunia kerja. Pencapaian IPK tinggi, termasuk nilai sempurna 4,00, mencerminkan peningkatan kualitas akademik di tingkat pascasarjana.

Selain itu, penghargaan Bintang Aktivis menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga kontribusi mahasiswa dalam kegiatan organisasi dan sosial. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang menuntut keseimbangan antara kompetensi akademik dan soft skills.

Dengan jumlah lulusan yang mencapai lebih dari seribu orang, Martin Kustati berharap para alumni mampu berkontribusi di berbagai sektor dan menjadi bagian dari pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan nilai keislaman.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Duski Samad: FUSA Harus Tetap Menjadi Benteng Ilmu Keislaman di Era Krisis Global

Duski Samad: FUSA Harus Tetap Menjadi Benteng Ilmu Keislaman di Era Krisis Global

Duski Samad menilai FUSA harus memperkuat ilmu keislaman, turats, dan kurikulum untuk menjawab krisis moral serta spiritual modern.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer