UIN Imam Bonjol Latih 65 Peserta Menelusuri Literatur untuk Riset


PADEK.JAWAPOS.COM – UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang menggelar workshop Systematic Literature Review (SLR) untuk memperkuat keterampilan penelusuran dan analisis literatur ilmiah dalam mendukung penelitian.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 di Hotel UIN Imam Bonjol Padang itu diikuti 65 peserta dari berbagai unsur sivitas akademika.
Peserta terdiri atas pimpinan, pustakawan, mahasiswa Pascasarjana, dan tenaga kependidikan. Workshop menghadirkan Dr. Faizuddin Harliansyah, S.S., MIM., Research Librarian Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber.
Ketua Panitia, Zulfitri, M.A., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menelusuri dan mengkaji literatur secara sistematis. Kemampuan itu diperlukan untuk mendukung proses penelitian sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai mitra akademik dan riset.
Kepala UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, Fadhila Nurul Husna Zalmi, M.Hum., mengatakan pengelolaan literatur secara sistematis menjadi bagian penting dalam penelitian, terutama bagi mahasiswa Pascasarjana yang sedang menyusun tesis dan disertasi.
“Mahasiswa Pascasarjana tidak hanya dituntut mampu menemukan banyak referensi, tetapi juga mampu menyeleksi, menganalisis, dan menyintesis literatur secara sistematis untuk memperkuat tesis dan disertasi,” ujarnya.
Menurut Fadhila, peserta diharapkan memahami tahapan SLR, mulai dari strategi penelusuran dan seleksi sumber hingga mengidentifikasi celah penelitian atau research gap yang relevan dengan topik masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tahapan Systematic Literature Review dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung penyelesaian penelitian,” katanya.
Riset Perlu Ditopang Teori dan Kajian Literatur
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D., menyebut workshop tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat fondasi akademik. Menurutnya, penelitian tidak terlepas dari teori dan kajian literatur yang membantu menentukan arah penelitian.
“Ini salah satu jihad akademik. Salah satu fondasi akademik itu adalah ini. Riset itu punya dua kaki, satu teori dan satu lagi adalah literature review,” ungkapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




