Inilah Satu-satunya SMK di Sumbar yang Menggratiskan Segala Pungutan Biaya

366

Kepala SMK Teknologi Al Anhar Bayang, Hajral Aswat mengawasi ujian siswa yang dilakukan secara bergantian.

Tingginya tuntutan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, tak jadi hambatan bagi SMK Teknologi Al Anhar Bayang, Kabupaten Pessel untuk terus bersaing dengan sekolah lain.

Keterbatasan sarana tersebab tidak membebankan biaya dalam berbagai bentuk sumbangan kepada orangtua siswa, bukanlah halangan bagi SMK ini mampu menghasilkan tamatan berkualitas dan berdaya saing.

Kepala SMK Teknologi Al Anhar Bayang, Hajral Aswat mengatakan bahwa, satu-satunya sekolah swasta di Pessel yang menggratiskan segala biaya bagi siswanya cuma SMK Teknologi Al Anhar Bayang.

“Di SMK ini siswa dibebaskan dari segala bentuk biaya, kecuali biaya praktik kerja industri (Prakerin). Sekolah ini membantu Pemerintah menghapus angka putus sekolah dan mensukseskan wajib belajar (wajar) 12 tahun,” ucap Hajral, Jumat (10/6/2022).

Saat ini siswa Kelas X dan XI sedang melaksanakan ujian semester genap. “Ujian semester genap diikuti 41 siswa kelas X dan 36 siswa kelas XI dilakukan dengan menggunakan komputer. Komputer yang kita miliki hanya 12 unit, maka kegiatan ujian dilakukan secara shiff,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lagi, Unidha Lepas Mahasiswa Ikuti MBKM

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Teknologi Al Anhar Bayang, Delvy Djusman, menambahkan bahwa sebagai sekolah penampung anak dari keluarga miskin di Pessel, SMK Teknologi Al Anhar Bayang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Semua tenaga pengajar di sekolah ini memang memiliki komitmen kuat. Biarlah kami kalah dari segi sarana, tapi maju dari segi kualitas. Itu sudah menjadi tekad kami. Dan tentu saja pengabdian ini tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima,” ungkap Delvy.

SMK Teknologi Al Anhar Bayang memiliki Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Ruang belajar dan ruang workshop-nya sangat-sangat sederhana.

Walau sekolah ini terlihat sangat sederhana, juga bangunannya yang sudah tua, sebagian dindingnya bolong, namun semangat belajar 90 orang siswa tidak pernah kendor. Merdeka!! (yon)