Penunjukan resmi itu tertuang dalam surat pelantikan bernomor UPS/IPS-5/192.2.4 tertanggal 13 Agustus 2025, yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Raja Nor Safinas binti Raja Harun, Dekan Institut Pengajian Siswazah (IPS) UPSI. UPSI yang berlokasi di Tanjung Malim, Perak Darul Ridzuan, Malaysia, dikenal sebagai universitas pendidikan tertua dan terkemuka di negara tersebut.
Berdasarkan mandat, Prof. Marjoni bertugas memeriksa tesis doktoral Renol Afrizon berjudul “Development of Phyareci-STEM Learning Module to Enhance Physics Problem-Solving Skills and Scientific Creativity of Pre-Service Physics Teachers.” Sidang viva atau ujian terbuka dijadwalkan pada 7 Oktober 2025 di kampus UPSI.
Prof. Marjoni menyampaikan bahwa internasionalisasi kampus bukan sekadar jumlah kerja sama luar negeri, tetapi pengakuan atas kualitas akademik dan kontribusi ilmiah nyata.
“Ketika dosen kita dipercaya menjadi pemeriksa luar di universitas internasional, itu berarti mutu akademik kita diakui. Ini langkah penting menuju reputasi global,” ujarnya.
Kemitraan dengan UPSI diharapkannya membuka ruang baru bagi riset kolaboratif dan publikasi internasional, sekaligus memperkuat posisi Pascasarjana UINMYB di tingkat regional dan global.
Pelantikan ini juga meningkatkan citra akademik UIN Mahmud Yunus Batusangkar, memperluas jejaring riset internasional, dan memberi peluang mahasiswa untuk berinteraksi dengan peneliti luar negeri.
Dalam tradisi akademik global, jabatan external examiner hanya diberikan kepada akademisi dengan reputasi ilmiah tinggi dan kredibilitas internasional.
Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, pelantikan tersebut menjadi simbol kepercayaan dunia terhadap mutu akademik dan integritas kelembagaan Pascasarjana.
Di bawah kepemimpinan Prof. Marjoni, Pascasarjana UINMYB aktif menjalin kolaborasi lintas negara dengan UPSI Malaysia, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), serta perguruan tinggi di Thailand dan Brunei Darussalam.(*)
Bentuk kerja sama meliputi riset bersama, kuliah tamu internasional, reviewer jurnal bereputasi, hingga pertukaran akademik dosen dan mahasiswa.(*)
Editor : Heri Sugiarto