Penerapan E-Tilang Diundur

32
ilustrasi. (net)

Penerapan tilang elektronik atau e-tilang di Kota Padang diundur. Sebelumnya direncanakan mulai diterapkan 17 Maret 2021 menjadi 23 Maret 2021 mendatang.
Pengunduran ini lantaran adanya penambahan wilayah di Indonesia yang ikut menerapkan tilang e-tilang. Dari awalnya 10 wilayah menjadi 12 wilayah.

Adapun 10 wilayah yang akan menerapkan e-tilang tersebut yakni wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DI Yogyakarta, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumbar, Polda Lampung dan Polda Sulawesi Selatan.
Mulai penerapan e-tilang ini bakal ditandai dengan peluncuran secara nasional oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Sukur Hendri Putra mengatakan, meski diundur namun pihaknya telah merampungkan segala persiapan. E-tilang dinyatakan siap untuk diterapkan di wilayah hukumnya. “Kami persiapan sudah, tinggal peluncuran dan penerapannya saja lagi. Semua sudah clear,” katanya kemarin (14/3).

Dia mengungkapkan, dalam penerapan e-tilang, pihaknya menyediakan 16 unit layar monitor yang disediakan di ruangan regional traffic management centre (RTMC). Para personel akan siaga memonitor pengendara yang melakukan pelanggaran.
“Personel standby terus di ruangan itu, ada enam personel siaga. Jadi kami sudah rampung semua, menunggu persiapan Polda lainnya saja,” ujar Sukur.

E-tilang ini akan memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang telah dipasang di persimpangan jalan. Untuk di Kota Padang, terdapat enam persimpangan yang dipantau dalam penerapan e-tilang ini.

Baca Juga:  Wako: Sebagai Barometer Sumbar, Padang Harus Superior

Enam persimpangan yang diawasi CCTV berada di jalan protokol. Enam titik tersebut di antaranya, Simpang Polresta Padang, Simpang Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, dan Simpang Ujunggurun.

Selanjutnya, Simpang Jamria atau Simpang Masjid Raya Sumbar, Simpang Presiden di Jalan Khatib Sulaiman dan Simpang DPRD Sumbar. Sebelumnya, Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir menyebutkan, teknis e-tilang adalah jika pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas, maka akan terdeteksi wajah hingga nomor kendaraan.

Pelanggaran yang menjadi prioritas di antaranya tidak mengunakan helm, melawan arus, tidak pakai sabuk pengaman hingga nomor kendaraan. Pengiriman bukti penilangan kepada pengendara akan memanfaatkan PT Pos Indonesia.

“Semua elektronik, surat tilang dikirim langsung ke alamat. Dalam satu hari sudah sampai surat tilang. Tilang elektronik ini berlaku 24 jam, sesuai aba-aba traffic light,” jelas Imran.
Lebih lanjut mantan Kapores Dharmasraya ini mengatakan, e-tilang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjalani fit and proper test pemilihan Kapolri di Komisi III DPR RI .

Untuk itu, pihaknya bakal memaksimalkan e-tilang ini ke depan sebagai metode penindakan pelanggaran lalu lintas oleh para pengendara, baik roda dua maupun roda empat di Kota Padang.

“Sesuai perintah Kapolri, kami akan memaksimalkan tilang elektronik ini. Untuk tahap awal di enam titik traffic light tersebut, dan akan terus kami kembangkan dan maksimalkan nanti di titik lain,” kata Imran. (i/err)

Previous articleGinting Jaga Fokus untuk All England, Tidak Boleh Terlalu Berambisi
Next articlePendaftaran UTBK-SBMPTN Dibuka, Boleh Pilih Dua Prodi di PTN Manapun