Enam Wanita Dijaring Satpol PP

29
ilustrasi Satpol PP. (net)

Enam orang wanita diamankan oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang karena diduga berprofesi sebagai pemandu lagu di tempat karaoke yang tidak memiliki izin di kawasan Bukit Putus, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg), kemarin (7/4).

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, penertiban di tempat karaoke tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan dan aduan masyarakat yang telah resah dengan aktivitas di tempat karaoke tersebut, sehingga menganggu ketentraman masyarakat dan ketertiban umum (trantibum).

Kepala Satpol PP kota Padang, Alfiadi mengatakan, lokasi tempat karaoke yang tidak memiliki izin tersebut di dekat perumahan warga sehingga rawan terjadi hal-hal yang meresahkan masyarakat di sana.

Pihaknya mendatangi tempat karaoke yang tak berizin itu pada pukul 00.30. Ketika tiba di lokasi, diketahui pemilik tempat karaoke ternyata pernah dipanggil ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Padang dengan kasus tidak memiliki izin usaha.

“Sebelumya diketahui bahwa pemilik tempat karaoke juga telah dipanggil ke Mako Satpol PP dan membuat surat perjanjian agar tidak beraktivitas sebelum mengantongi izin, namun kenyataannya pemilik tetap membuka usaha tersebut,” kata Alfiadi.

Selain itu, saat petugas datang, para pengunjung tidak mengindahkan kedatangan petugas dan masih terlihat puluhan orang dengan dentuman musik yang keras. Kemudian mereka yang ada di lokasi juga tidak menghargai kedatangan petugas dan berkata-kata kasar.

“Di dalam tempat karaoke tersebut, kami juga mendapati enam orang wanita yang diduga berprofesi sebagai pemandu lagu di sana. Setelah itu, keenam wanita itu langsung diamankan dan dibawa ke Mako untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Mereka yang terjaring akan diproses dan membuat surat pernyataan bersama pihak keluarga. Sementara pemilik tempat usaha diberikan surat teguran untuk diproses dan dilakukan pendataan sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyebutkan, sebelumnya, Satpol PP sudah melakukan pendekatan secara humanis dan juga sudah mengingatkan kepada pemilik tempat usaha. “Bagi pemilik usaha kami beri surat untuk datang ke Mako Satpol PP Padang karena pemilik usaha tidak mengindahkan teguran dan peringatan sebelumnya,” ujarnya.

Alfiadi menambahkan, jelang bulan Ramadhan, pihaknya selalu aktif melakukan kegiatan pengawasan terhadap pelanggaran trantibum serta pengawasan kepada Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta pelanggaran lainnya.

Selain itu, Satpol PP Padang juga intens melakukan pengawasan di tempat-tempat keramaian untuk menjaga trantibum selama bulan suci Ramadhan nanti. (a)

Previous articleAda Indikasi Kelalaian Petugas, Puluhan HP Napi Diamankan
Next articleKomisi I Siap Perjuangkan Anggaran untuk Sekolah di Dharmasraya