Dihantam Bus, 4 Murid SD Meninggal

15
Jajaran petugas Satlantas Polres Padangpanjang melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) di lokasi kecelakaan maut melibatkan bus PO Gumarang Jaya BE 7320 CU di depan SDN 03 Pitalah, Kenagarian Pitalah, Kecamatan Batipuh, Tanahdatar, kemarin (15/4). (IST)

Duka mendalam dirasakan keluarga besar SDN 03 Pitalah, Kenagarian Pitalah, Kecamatan Batipuh, Tanahdatar. Empat muridnya meninggal akibat ditabrak bus PO Gumarang Jaya BE 7320 CU, kemarin (15/4) sekitar pukul 10.00. Mirisnya, kecelakaan itu terjadi persis di depan gerbang sekolah.

Keempat murid malang itu masing-masing Wahyu Ilahi, 10, Afdholul Hardi, 9, dan Rafi Alfian, 9, serta Muhammad Mudasir, 9. Sedangkan Azian, 9, hanya mengalami luka ringan. Muhammad Mudasir sendiri sebelumnya hendak dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, namun sekitar pukul 19.00 tadi malam, nyawanya tidak tertolong. Sopir beserta busnya sudah diamankan kepolisian.

”Mereka baru saja keluar dari sekolah seperti biasanya secara bergerombolan. Namun secara tidak terduga, anak-anak yang sudah berada di atas trotoar itu ditabrak sangat keras bus Gumarang karena menghindarkan tabrakan dengan bus ANS yang berhenti mendadak di depannya,” ungkap salah seorang warga setempat, Risman, 43, di TKP.

Risman menyebut, semua orang panik pascakecelakaan maut yang menimpa murid kelas tiga SDN 03 Pitalah itu. Korban laka lantas yang kondisinya tragis itu, langsung dilarikan masyarakat di TKP menuju Rumah Sakit (RS) Yarsi Padangpanjang. ”Kondisi korban sangat tragis. Dengan meminta bantuan mobil pikap yang kebetulan lewat, langsung kami larikan ke RS Yarsi,” terang Risman.

Informasi yang didapatkan Padang Ekspres dari sopir bus PO Gumarang, Romi Julianto, 38, di Mapolres Padangpanjang. Dia mengaku, terpaksa membanting stir ke kanan setelah bus ANS yang melaju di depannya berhenti mendadak. Sebelum kejadian, Romi menyebut bahwa dia melaju dalam kecepatan sedang. Namun, saat kejadian dia tidak sempat lagi menginjak rem untuk menghentikan kendaraannya.

”Kejadiannya sangat mendadak. Sejak beriringan mulai dari meninggalkan batas kota Padangpanjang, laju bus masih dalam batas normal dengan porsneling 4 sampai 5. Namun di TKP, bus ANS tiba-tiba berhenti mendadak hingga spontan saya banting stir ke kanan,” jelas Romi yang turut didampingi kernet Deni Syahputra, 40.

Bapak dua orang anak asal Pasaman Barat ini, sebelum hendak menghantarkan transit sembilan orang penumpang asal Payakumbuh dan Bukittinggi tujuan Jakarta ke terminal Solok. ”Karena penumpangnya tanggung, kantor menggabungkan dengan penumpang yang dari kantor perwakilan Padang di terminal Solok,” sebut Romi.

Kasat Lantas Polres Padangpanjang, AKP Dedi Antonis menyebutkan, untuk sementara kecelakaan itu diakibatkan kelalaian pengemudi. Dedi menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan olah TKP dan pengaman barang bukti, serta pengemudi bus penyebab kecelakaan.

”Selain memproses evakuasi korban ke RS Yarsi, sopir berikut bus juga kita amankan di Mapolres sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sopir langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Batipuh pascakejadian,” sebut dia.

Sementara itu, dokter jaga IGD RS Yarsi Padangpanjang, dr Dhayi K menyampaikan hasil tindakan medis terhadap kelima korban laka lantas tersebut. Menurut dia, tiga orang merupakan pasien triase hitam (meninggal) dan telah dijemput pihak keluarga masing-masing sekitar pukul 13.30. Rata-rata korban diduga mengalami pendarahan parah pada otak dengan kondisi mengeluarkan darah pada mulut, hidung dan telinga.

Menurut Dhayi, seorang pasien triase merah (kritis) Muhammad Mudasir sempat menjalani perawatan intensif IGD Yarsi sembari menunggu konfirmasi rujukan ke RUSP M Djamil Padang. Korban diinformasikan mengalami penurunan kesadaran sejak masuk ke IGD akibat benturan keras di kepala dan lebam di bagian dada kiri.

”Pasien korban laka yang merupakan triase kuning, Azian telah kita perbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan observasi selama 3 jam. Kondisi pasien hanya mengeluhkan nyeri pada dada, namun dari hasi rontgen terlihat baik,” terang Dhayi.

Informasi terakhir dari Satlantas Polres Padangpanjang, Aipda Riki Kurniawan menyebutkan, korban kritis yang hendak dirujuk ke RSUP M Djamil tersebut tidak dapat tertolong dan menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.00.

”Satu korban kritis atas nama Muhammad Mudasir yang awalnya hendak dirujuk, kami ketahui dari pihak rumah sakit telah meninggal dunia selepas Shalat Maghrib tadi,” sebut Riki melalui selularnya. (wrd)

Previous articleSurau Tenggih Calau, Sempat Dibakar Penjajah Jepang, Kini Sepi Jamaah
Next articleSinovac Manjur 100 Persen Tekan Angka Kematian