Dituduh Curi HP, Bocah Asal Padang Dianiaya di Atas Kapal ke Makassar

141

Seorang bocah asal Padang dilaporkan tewas karena dianiaya di atas Kapal Motor (KM) Dharma Kencana 7.

Kapal itu berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Bocah itu diketahui berinisial DP. Dikutip dari merdeka.com, DP (9) dilaporkan tewas setelah dituduh mencuri ponsel milik penumpang.

Ibu korban, Ratnasari mengaku ia, suami dan anaknya berada di atas kapal. Mereka diberitahu oleh petugas keamanan kapal bahwa anaknya telah mencuri hape penumpang. Mereka pun dibawa ke tempat anaknya diinterogasi petugas.

Saat melihat anaknya, Ratnasari mengaku tubuh DP sudah penuh luka. “Tubuhnya penuh luka seperti telah dianiaya. Anak saya terlihat ketakutan dan tidak mau bicara dan didesak dan dibentak petugas keamanan kapal. Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi,” kata Ratnasari, Minggu (26/6).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Prawira Wardany membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan saat ini jasad DP telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi.

“Sudah ada di RS Bhayangkara untuk autopsi. Motifnya, korban dituduh mencuri sehingga terjadi penganiayaan saat perjalanan dari Surabaya ke Pelabuhan Makassar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sementara ini pihaknya masih melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil autopsi. Setidaknya sudah enam orang saksi termasuk kedua orang tua korban diperiksa.

“Belum ada tersangka, kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi,” ucapnya.

Dikecam Pemuda Pemudi Minang

Menanggapi peristiwa ini Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) pun angkat bicara. Ketua Umum IPPMI, Muhammad Rafik Perkasa Alamsyah mendesak kepolisian untuk segera menemukan pelaku.

“Jangan sampai terjadi kembali penganiayaan ini kepada bocah lain,” katanya.

Tidak hanya itu, ia menilai kejadian ini jelas menimbulkan preseden buruk terhadap pelayaran. Ia menganggap KM Dharma Kencana 7 gagal melakukan pengawasan kepada penumpang.

“Ini sangat mencoreng kegiatan maritim. Kami minta Kapal Motor Dharma Kencana dicabut izinnya. Karena lengah melakukan pengawasan kepada penumpang,” pungkas Rafik.(*)