Tercium Aroma Bensin sebelum Ledakan

12
Foto udara kepulan asap hitam akibat kebakaran tangki minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, kemarin (29/3) siang. (JawaPos.com)

”Allahu Akbar, Allahu Akbar…Astaghfirullah..!! Pertamina kebakaran, Pertamina meledak.” Teriakan panik itu terdengar berkali-kali saat kilang Pertamina RU VI Balongan terbakar, kemarin (29/3) sekitar pukul 01.00. Warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran berlarian menyelamatkan diri. Suasana dini hari itu begitu mencekam.

Kepanikan saat kebakaran terekam dalam video yang beredar di media sosial (medsos). Api tampak membubung tinggi. Saking besarnya api, langit di Balongan tampak memerah. Hingga kemarin, penyebab kebakaran belum diketahui.

Meski demikian, beberapa jam sebelum kebakaran, warga sekitar mencium bau bensin yang sangat menyengat. Aroma tak mengenakkan itu masuk ke rumah-rumah warga Desa Sukaurip. Warga menduga terjadi kebocoran di kilang Pertamina Balongan.

Sekitar pukul 22.00, puluhan warga bergegas menuju Kantor Humas Pertamina RU VI Balongan. Mereka hendak memprotes bau BBM yang mengganggu pernapasan itu. ”Bau apa ini? Bensin Pertamina. Dari pihak Pertamina mana? Nggak ada ini. Mau diviralin? Penanganannya lambat ini,” sebut warga dalam video yang beredar. Nah, sekitar satu jam setelah aksi warga itulah, terjadi ledakan dan kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, 20 orang dikabarkan mengalami luka-luka. Sekitar 200 warga yang tinggal di dekat kilang Pertamina terpaksa mengungsi ke Pendapa Kabupaten Indramayu. Ada juga sekitar 400 orang yang mengungsi ke Islamic Center Indramayu. Lalu, 350 orang memilih tinggal sementara di area GOR Perumahan Bumi Patra. Pertamina dan Pemda Indramayu menyuplai kebutuhan logistik untuk pengungsi.

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kebocoran tangki. Rembesan BBM yang bocor itu diduga tersulut petir. Sebab, saat itu cuaca tengah hujan disertai petir. Dofiri memastikan, situasi sudah terkendali. ”Api di lokasi kejadian sudah dilokalisir,” katanya seperti dilansir Radar Cirebon (grup Padang Ekpsres).

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengonfirmasi bahwa tangki T-301 di area kilang Balongan, Indramayu, terbakar pada pukul 00.45 kemarin (29/3). Nicke menegaskan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui. ”Sampai sejauh ini masih dilakukan investigasi,” ujar Nicke dalam konferensi pers kemarin.

Menurut Nicke, fokus pertama Pertamina adalah menyelesaikan kondisi darurat di lapangan. Pertamina tengah mengantisipasi agar api tidak menjalar ke area lain. ”Sebelumnya kami langsung melakukan normal shutdown pada kilang tersebut sehingga ada pengendalian arus minyak agar tidak meluas,” bebernya.

Nicke menyebutkan, sekitar pukul 10.00 api sudah bisa dilokalisasi di area tanggul yang berada di dekat tangki. Sepuluh mobil pemadam kebakaran dari Pertamina Group ditambah dengan bantuan Pemda Indramayu dikerahkan untuk menjinakkan api. ”Untuk pemadaman, kami menggunakan foam dan sampai saat ini terus melakukan upaya pendinginan di area sekitar,” urainya.

Nicke menggarisbawahi bahwa kebakaran hanya menimpa tangki T-301 yang merupakan tangki storage. Untuk equipment utama dalam kilang yang digunakan untuk proses produksi, Nicke menegaskan statusnya aman. ”Sehingga kilang bisa dioperasikan lagi setelah api berhasil dipadamkan. Panic buying tidak perlu karena kami pastikan pasokan dan distribusi lancar,” urainya.

Nicke menegaskan, selain tangki storage T-301 yang terbakar, Pertamina memiliki tangki-tangki lain dengan kapasitas sama. Tangki itu bisa segera dipakai ketika kilang siap beroperasi. ”Sehingga tidak akan ada kendala signifikan terkait suplai,” bebernya.

Klaim Pasokan BBM Aman
Nicke menegaskan, kebakaran itu tidak sampai mengganggu pasokan BBM. Pertamina, jelas Nicke, akan mengoptimalkan produk dari kilang-kilang lain. Pertamina juga akan menyuplai langsung ke tempat-tempat yang biasa disuplai kilang Balongan, terutama ke DKI Jakarta dan Cikampek. ”Dalam pola suplai, kami memiliki pola skenario emergency,” ujarnya.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono menambahkan, stok gasoline tercatat sekitar 10,5 juta per barel dan diperkirakan cukup untuk 27–28 hari ke depan. ”Stok itu sangat cukup karena gasoline permintaan per hari sekitar 62,5 ribu kiloliter,” bebernya.

Mulyono juga menyebutkan bahwa stok solar tersedia 8,8 juta barel atau cukup untuk 20 hari ke depan. Kemudian, stok avtur masih tersedia 3,2 juta barel atau cukup untuk 74 hari ke depan. ”Ini sangat cukup karena kondisi (permintaan, red) belum normal, jadi konsumsi belum banyak,” ucapnya.

Mulyono memperkirakan waktu yang diperlukan untuk proses pemadaman api sampai kilang bisa beroperasi normal adalah empat sampai lima hari. Dalam waktu tersebut, Pertamina kehilangan produksi sekitar 400 ribu barel. ”Kehilangan produksi ini akan digantikan atau disuplai dari kilang Cilacap dan kilang TPPI. Kilang Cilacap sendiri bisa dinaikkan produksinya sampai 300 ribu barrel,” ujarnya.

Mengenai avtur, kilang Balongan diketahui juga biasa menyuplai tiga bandara, yakni Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Ahmad Yani Semarang. CEO Subholding Commercial & Trading Pertamina Mas’ud Khamid menegaskan, terkait hal tersebut Pertamina juga sudah menyiapkan skema distribusi.

”Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta akan disuplai dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Itu stoknya sangat cukup karena kebutuhan juga tidak begitu besar,” jelasnya.

Sedangkan Bandara Ahmad Yani Semarang akan disuplai dari terminal bahan bakar di Yogyakarta. ”Untuk bandara sekitar Jogjakarta, Adi Soemarmo, Adisutjipto, dan New Yogyakarta, 100 persen kita suplai dari Cilacap,” terangnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menyebutkan, banyak korban yang dilarikan ke RSUD Indramayu dan RS Pertamina Bumi Patra. Plt Sekretariat BPBD Kabupaten Indramayu Caya Toha menuturkan, data sementara yang diperoleh pihaknya, ada 20 korban luka-luka. Lima orang di antaranya mengalami luka berat. ”Kami masih terus menginventarisasi data korban,” jelasnya kepada Radar Cirebon, kemarin (29/3).

Lima orang yang luka berat merupakan pengguna jalan yang melintas saat kejadian. Mereka berasal dari beberapa desa di Kecamatan Juntinyuat, Indramayu. Sementara itu, korban luka ringan berasal dari Desa Balongan dan Desa Kosambi, Kecamatan Balongan.

Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan, pemkab akan menjamin biaya pengobatan para korban. Pemda juga menjamin seluruh kebutuhan masyarakat yang berada di posko pengungsian. Pernyataan itu disampaikan Nina saat menemui para pengungsi di pendapa Pemkab Indramayu kemarin. ”Pertamina juga siap membantu. Semua kami jamin,” katanya.

Nina telah menjenguk para korban yang dirawat di rumah sakit. Dia juga meninjau langsung lokasi kebakaran bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri dan jajaran forkopimda. Putri sulung Kapolri Jenderal Pol (Pur) H Da’i Bachtiar itu meminta warga yang terdampak segera mengungsi ke tempat aman. (yud/agf/c7/oni/jpg/anf/jpg)

Previous articlePaparkan Strategi PUG, Pariyanto Berharap Dharmasraya Dapat APE
Next articleAturan Mudik masih Dibahas, Naik Pesawat Bisa GeNose