Perjuangan Berat hingga Libatkan Lintas Tokoh

Gubernur Sumbar didampingi Wali kota Pariaman Genius Umar meninjau kesiapan sebelum peresmian Pasar Rakyat Pariaman oleh Wapres RI baru-baru ini. (Diskominfo Pariaman)

Sudah seminggu ini warga Pariaman begitu antusias mengunjungi Pasar Rakyat Pariaman. Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 4.565 m2 dengan anggaran Rp 81,7 miliar itu menjadi landmark Kota Pariaman saat ini.

Dibalik kemegahan pasar itu tersimpan cerita proses dan perjuangan pemimpin, tokoh masyarakat, perantau dan pedagang serta warga Pariaman sehingga Pasar Pariaman bisa dinikmati saat ini.

Rencana pembangunan Pasar Pariaman sebenarnya sudah lama menjadi wacana. Maklum saja pasar sudah uzur, berusia kurang lebih 30 tahun. Ditambah lagi dengan peristiwa gempa 2009 berdampak pada bangunan pasar. Bahkan sejumlah ruas bangunan ada yang mulai roboh.

Wali Kota Pariaman Genius Umar yang prihatin dengan kondisi tersebut berupaya mencarikan solusi agar Pasar Pariaman yang baru dibangun. Genius saat itu menginginkan hadirnya pasar modern Pariaman. Pilihan jatuh pada mengajukan proposal kepada pemerintah pusat, karna jelas jika berharap dibangun dengan APBD Pariaman membutuhkan waktu cukup lama.

Nah, 2 Desember 2018 merupakan titik awal rencana pembangunan pasar pariaman Saat itu perantau Pariaman Archandra Tahar yang menjabat sebagai Wamen ESDM RI berkunjung ke Padangpariaman.

Wali Kota Pariaman pun berhasil membawa Archandra Tahar melihat Pasar Pariaman. Sekaligus menyerahkan proposal permohonan pembangunan Pasar Pariaman. “Saat itu Bapak Archandra merasa prihatin akan bangunan pasar Kota Pariaman itu, Ia sebagai Wakil Menteri ESDM saat itu berjanji kepada saya mengusahakan relokasi pembangunan Pasar Pariaman dengan tetap mempertahakan kultur dan budaya masyarakat Pariaman,”ujar Genius Umar kepada Padang Ekspres di sela-sela kesibukannya kemarin.

Archandra Tahar tak main-main dengan janjinya untuk menyampaikan ke Presiden Jokowi bahwa relokasi Pasar Pariaman sangat mendesak. Atas perintah Presiden Jokowi, 13 Desember 2018 Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono dan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita berkunjung ke Pariaman.

Kedua menteri ini secara langsung melihat kondisi Pasar Pariaman. Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono langsung menuju ke tengah-tengah pasar yang sebelumya dilaporkan Wali Kota Pariaman rusak berat akibat gempa 2009 silam, sehingga bangunan tersebut sudah tidak layak pakai lagi karena sudah dibangun sejak tahun 80-an.

Basuki Hadimuljono juga nyatakan kesiapannya membantu pembangunan Pasar Pariaman ini di tahun mendatang. “Kedua menteri sepakat bangunan pasar juga harus dirancang kuat terhadap goncangan gempa dan juga dapat difungsikan sebagai shelter,”ujar Genius.
Begitu ada kepastian tentang pembangunan pasar, kemudian rapat bersama pedagang pasar di gelar termasuk KAN.

Cukup banyak pro dan kontra pada awalnya, namun komunikasi yang cukup intensif akhirnya membuat kata sepakat dari seluruh pedagang setuju pasar pariaman direlokasi. Kemudian Maret 2019 dilakukan pembangunan pasar penampungan dan 9 Maret ketika seluruh pedagang telah pindah ke pasar penampungan maka pembongkaran Pasar Pariaman kemudian dilakukan.

Baca Juga:  Nama Wapres bakal Dijadikan Nama Pantai

Karena pembangunan pasar pariaman menggunakan APBN maka semua proses berada di Kementerian. Jeda waktu ini yang kemudian membuat pedagang resah karna banyak isu beredar pasar pariaman batal dibangun.

Pemerintah Kota Pariaman dan tokoh masyarakat dalam hal ini terus meyakinkan pedagang dan warga Pariaman bahwa pembangunan tersebut membutuhkan proses. Pada 14 Desember 2019 merupakan detik-detik hilangnya kekhawatiran warga Kota Pariaman.

Bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara di Kota Pariaman peletakan batu pertama pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Pembangunan Pasar Pariaman yang dilaksanakan di atas lahan seluas 4.565 m2 dengan anggaran Rp 81,7 miliar oleh kontraktor PT. Wijaya karya (Persero), Tbk ini merupakan sinergi pelaksanaan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah menyiapkan dokumen perencanaan dan relokasi pedagang sementara pemerintah pusat melalui dana APBN melaksanakan konstruksinya.

Pasar berlantai 4 lantai dan di dalamnya terdapat 360 kios ini akan dibangun kembali dengan konsep ramah lingkungan dan tahan gempa. Pasar Pariaman mengusung konsep ramah lingkungan dan tahan gempa, rehabilitasi Pasar Pariaman juga menghasilkan bangunan yang dapat digunakan sebagai tsunami shelter dengan tidak mengurangi fungsi Bangunan Gedung Hijau dan tetap mempertahankan aksen lokal dengan atap bagonjong.

Lokasi pasar yang berada di pusat kota, tidak hanya diperuntukan sebagai pasar rakyat, namun juga diharapkan dapat menunjang lokasi wisata yang ada di sekitarnya seperti Pantai Gondoriah dan jalur sirkulasi arakan Festival Tabuik yang diselenggarakan tiap tahun.

Puncaknya Februari 2021 Pasar Pariaman telah selesai 100 persen. Pedagang dan warga di Pariaman begitu bahagia melihat bangunan pasar yang layaknya Mall dilengkapi dengan fasilitas penunjang eskalator dan lift.

“Alhamdulillah kami bersyukur selesainya pasar pariaman ini. Ini tak lepas dukungan dari semua pihak, pemerintah pusat, provinsi dan tokoh masyarakat, perantau, warga Pariaman sehingga pasar pariaman hari ini akan diresmikan penggunaannya oleh Wapres RI Makruf Amin,”ujarnya.

Apalagi proses pemindahan pedagang dari pasar penampungan ke Pasar Rakyat Pariaman nyaris tanpa konflik sehingga tentu kita semua berharap pasar pariaman ini meengangkat perekonomian warga Kota Pariaman. (zikriniati-Padang Ekspres)

Previous articleRampok Toke, Tiga Bandit Ditembak
Next article488 Orang tanpa Masker Terjaring Operasi Yustisi Wilkum Padangpanjang