Perlu Regulasi Pemanfaatan Lahan Tidur

9
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wagub Audy Joinaldy, Wako Pariaman Genius Umar, saat rapat koordinasi membahas pemanfaatan lahan tidur. (IST)

Pemprov Sumbar meminta kabupaten kota memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur yang ada di daerah masing-masing. Rencananya pemprov akan melahirkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan mendesak daerah melahirkan peraturan daerah (perda) untuk pemanfaatan lahan tidur.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, lahan tidur di Sumbar kini cukup banyak dan tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kota. Ia menyebut, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar merilis lahan tidur yang ada di Sumbar mencapai 200 ribu hektare dan berpotensi dikelola khususnya untuk tanaman jagung.

Gubernur berharap provinsi dan Kabupaten kota bisa bersinergi dalam pemanfaatkan lahan tersebut dengan memberikan modal ataupun memberikan bantuanu berupa bibit ke pemilik lahan. “Kita harus serius menanggapi ini, karena ini menyangkut pangan dan kesejahteraan masyarakat, apalagi dalam pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Ia menilai, saat ini produksi jagung dari kebutuhan yang ada masih kurang. Pemprov Sumbar sendiri berkomitmen serius menggenjot produksi jagung. Dan solusinya adalah memanfaatkan lahan tidur pada tahun 2021 ini.

Mahyeldi secara khusus meminta dinas terkait agar menyiapkan regulasi khusus tentang pemanfaatan lahan tidur tersebut. “Tolong disiapkan draft pergub atau perda untuk mengolah lahan-lahan tidur yang ada di Sumbar. Lahan tidur banyak, tenaga kerja kita juga banyak.Regulasi ini untuk mengatur tanah-tanah yang tidak digarap. Kita dorong pemiliknya atau orang lain untuk memanfaatkannya. Nanti kita bantu bibit atau insentif untuk produknya,” pungkas Mahyeldi, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi Sumatera Barat Auditorium Gubernuran, Selasa (9/3).

Baca Juga:  PE Sumbar 2020 Menurun 1,19 Persen

Menurutnya, salah satu usaha yang menjanjikan saat ini adalah bidang pangan. Selain mendorong pemanfaatan lahan, pemerintah juga akan membantu pengolahan hingga pemasaran melalui dinas terkait.

“Seperti kebutuhan jagung di Sumbar sangat tinggi, sampai 600 ton perhari, sementara produksi kita masih kurang. Makanya pemanfaatan lahan tidur ini sangat perlu. Nanti melalui BUMD kita beli produknya tidak hanya jagung tapi hasil pertanian lainnya,” pungkas mantan Wali Kota Padang, ini.

Ia mencontohkan, di Kota Pariaman snagat potensial untuk menghasilkan jagung. Untuk itu Mahyeldi menyarankan agar memanfaatkan lahan tidur yang ada di Pariaman. “Tidak hanya di Kota Pariaman saja, tapi banyak di daerah lain di Sumbar, untuk itu saya minta Dinas Pertanian perlu lakukan peninjauan dan segerakan pemanfaatannya,” ucapnya.

Jadi kebijakan dengan membuatkan pergub atau pun perda pemanfaatkan lahan tidur sangat efektif. Sehingga nantinya pemilik lahan akan tergerak untuk mengarap tanahnya. Seandainya lahan tersebut masih belum dipergunakan, maka pemerintah bisa memberikan sanksi.

Menyikapi itu, Wako Pariaman Genius Umar siap menindaklanjuti arahan dari gubernur terkait melahirkan regulasi pemanfaatan lahan tidur tersebut. Untuk itu meminta dukungan dari pemerintah provinsi, tidak hanya untuk regulasi itu tetapi juga untuk sektor lainnya. (wni)

Previous articleHarimau Sumatera Terkam Kerbau Warga
Next articlePuluhan Kios Pasar Raya Dibiarkan Kosong