Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Pesisir Selatan Gelar Rakor Perkuat Kinerja Kepala Sekolah dan Program Nagari Pandai

Y
Penulis: Yoni Syafrizal❯

Pemkab Pesisir Selatan menggelar Rakor Penguatan Kinerja Kepala Sekolah untuk memperkuat mutu pendidikan dan mendukung program unggulan Nagari Pandai.
Pemkab Pesisir Selatan menggelar Rakor Penguatan Kinerja Kepala Sekolah untuk memperkuat mutu pendidikan dan mendukung program unggulan Nagari Pandai.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan melalui Rakor Penguatan Kinerja Kepala Sekolah yang digelar di aula Dinas Pendidikan, Kamis (6/11/2025).


Advertisement

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari kepala sekolah dasar dan pengawas dari empat kecamatan, yakni IV Jurai, Bayang, Bayang Utara, dan Koto XI Tarusan. Rakor dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Evafauza menegaskan pendidikan sebagai sektor prioritas yang menentukan arah pembangunan daerah.

“Pendidikan adalah sektor strategis yang menentukan masa depan daerah. Semua OPD harus memahami arah dan tujuan program pendidikan yang kini dikemas melalui Nagari Pandai,” ujarnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, Program Nagari Pandai merupakan gagasan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang bertujuan melahirkan generasi cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan moral dan etika.

Evafauza juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Kemajuan teknologi, katanya, membawa kemudahan sekaligus risiko terhadap karakter anak didik.

Advertisement

“Anak-anak sekarang mudah mengakses informasi, tapi kadang melupakan sopan santun. Ini tugas kita bersama untuk mengembalikan nilai-nilai itu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa guru memiliki peran ganda sebagai pengajar dan pembimbing moral. Keberhasilan pendidikan, lanjutnya, bergantung pada enam faktor utama: guru, murid, orang tua, keluarga, lingkungan, serta sarana dan prasarana.

“Guru adalah motor penggerak, murid pusat perhatian, keluarga pondasi moral, dan lingkungan membentuk karakter. Jika semuanya harmonis, mutu pendidikan akan meningkat,” jelasnya.

Evafauza menutup sambutannya dengan pesan agar guru terus menjaga integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik.

“Kalau kita ingin anak-anak beradab, maka guru juga harus menjadi contoh dalam kejujuran dan ketulusan,” katanya.(yon)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU Bangun 100 Sekolah Rakyat, Serap 97.000 Tenaga Kerja Lokal

Kementerian PU membangun 100 Sekolah Rakyat Tahap II di 32 provinsi dengan daya tampung 122.000 siswa dan melibatkan 97.000 pekerja lokal.

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

Santri Mengejar Mimpi Lewat Basket, DBL 2026 Jadi Panggung Pembuktian Bakat Pelajar Pesantren

DBL 2026 menjadi panggung santri mengembangkan bakat basket, karakter, dan membawa nama sekolah pesantren ke kompetisi nasional.

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP mendampingi guru dan siswa Nagari Campago mengembangkan project pembelajaran menjadi produk entrepreneurship melalui literasi digital

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer