Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BPR Gema Pesisir Perkuat Dominasi, Targetkan Aset di Atas Rp100 Miliar

Hendra Efison • Senin, 7 Maret 2022 | 11:57 WIB
Photo
Photo
PT BPR Gema Pesisir kian memperkuat dominasinya sebagai BPR/S terbesar total asetnya di Sumatera Barat. Jika trend bagus ini mampu pertahankan tak tertutup kemungkinan PT BPR Gema Pesisir menjadi satu satunya BPR yang total asetnya bisa menembus di atas Rp100 Miliar (31 Desember 2022-red).

Stigma BPR/S adalah bank kampung dan tak akan bisa tumbuh berkembang dengan pesat mulai terbantahkan. Setidaknya, BPR Gema Pesisir yang berada di ujung Selatan Sumatera Barat ini berhasil memecahkan mitos itu.

Size usahanya terus merangkak naik. Jika trend positif dari lima tahun terakhir ini bisa dipertahankan maka tak tertutup kemungkinan PT BPR Gema Pesisir merupakan BPR pertama di Sumatera Barat yang mampu mencatatkan diri sebagai BPR dengan total aset melampaui Rp100.000.000.000.

Alhamdulillah di tahun 2021 ini kita masih mampu mempertahankan trend pertumbuhan usaha. Baik secara kuantitas usaha maupun secara kualitas usaha. Seluruh indikator yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank berhasil dilampaui dengan baik. Total Aset tercapai Rp93,39 Miliar, realisasi Kredit tercapai Rp63,01 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp84,25 Miliar. Sementara dari sisi kualitas usaha juga terbilang sangat bagus dengan indikator ratio Non Perfomance Loan (NPL) 0,90 persen, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) 87,36 persen. Sementara itu laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 1,55 Miliar di tahun 2020 menjadi Rp1,65 Miliar di tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT BPR Gema Pesisir Wajdi SE, didampingi Direktur Yance Trisnawati.

Menurut Wajdi, terus merangkak naiknya kinerja PT BPR Gema Pesisir tak terlepas dari kerja keras team work, apalagi tahun 2021 merupakan tahun yang tak kalah lebih berat dan sulit dibandingkan dengan tahun 2020. Namun, semangat untuk terus berkembang dan mencapai target yang ditetapkan berjalan dengan baik maka kuantitas dan kualitas usaha berhasil ditingkatkan. Total Aset tumbuh, realisasi kredit meningkat, Dana Pihak Ketiga bertambah dan tata kelola perusahaan pun berjalan dengan efisien dan efektif.

Aset, Dana Pihak Ketiga dan Beban Bunga

Sampai saat ini PT BPR Gema Pesisir masih mampu mempertahankan posisi sebagai BPR/S dengan aset terbesar di Sumbar. Lompatan demi lompatan terhadap aset ini terjadi semenjak enam tahun terakhir. Di tahun 2015 yang lalu total aset BPR Gema Pesisir masih berada di bawah Rp 50 Miliar. Namun, perlahan dan pasti terus merangkak naik hingga mencapai Rp 93,39 Miliar seperti saat ini.

Hingga per 31 Desember 2021 tercatat total Asset PT BPR Gema Pesisir sebesar Rp 93,39 Miliar. Realisasi aset ini tercapai 106,12 persen dari target dalam RBB atau tumbuh sebesar 10,68 persen dibandingkan total aset tahun 2020 yang lalu dengan realisasi Rp 84,38  Miliar.

Merangkak naiknya total aset sepanjang tahun 2021 tak terlepas berjalan maksimalnya kinerja tresurry dan Kredit di PT BPR Gema Pesisir. Dari audit yang dilakukan per 31 Desember tercatat total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 84,25 Miliar. Realisasi Dana Pihak Ketiga ini tercapai 108,02 persen dari target atau tumbuh sebesar 11,55 persen dibandingkan total Dana Pihak Ketiga tahun 2020 yang lalu dengan realisasi Rp 75,53 Miliar.

Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama bertumbuh sesuai target yang ditetapkan. Total dana tabungan sepanjang tahun 2021 terhimpun sebanyak Rp 43,69 Miliar atau tumbuh 16,48 persen secara year on year (y-o-y). Sedangkan dana deposito sepanjang tahun 2020 terhimpun sebanyak Rp 40,57 Miliar atau tumbuh sebesar 6,71 persen secara year on year.

Kondisi terbalik justru terlihat pada beban bunga. Jika Dana Pihak Ketiga mengalami pertumbuhan double digit justru beban bunga mampu ditekan hingga turun secara year on year. Tahun 2020 yang lalu beban bunga yang musti dipikul sebesar Rp 3,79 Miliar sedangkan tahun 2021 berhasil diturunkan menjadi Rp 3,39 Miliar.

Kredit dan Pendapatan

Pertumbuhan usaha sepanjang tahun 2021 tak hanya didominasi oleh bidang tresurry. Buktinya, realisasi kredit PT BPR Gema Pesisir tahun 2021 juga bertumbuh secara year on year. Total Kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 63,01 Miliar. Realisasi kredit ini jelas bertumbuh secara year on year karena total kredit tahun 2020 hanya tercapai diangka Rp 59,50 Miliar.

Bertumbuhnya realisasi kredit tentulah memberikan dampak positif pada kinerja pendapatan bunga. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan tahun 2021 tercatat sebesar Rp 12,04 Miliar atau tumbuh dibandingkan pendapatan bunga tahun 2020 yang lalu dengan realisasi Rp 11,56 Miliar. Begitu juga dengan pendapatan lainnya (fee base income-red). Pendapatan lainnya sepanjang tahun 2021 tercatat Rp 463 Juta.

“Secara total pendapatan kita di PT BPR Gema Pesisir tahun 2021 ini masih bertumbuh. Total pendapatan yang berhasil dibukukan tercatat sebanyak Rp 12,5 Miliar,” ujar Wajdi.

NPL, BOPO dan Laba

Selain sukses meningkatkan kuantitas usaha, PT BPR Gema Pesisir tahun buku 2021 juga berhasil meningkatkan kualitas usahanya. Setidaknya ini bisa dilihat dari sejumlah indikator kualitas usaha yang jadi rujukan Otoritas Jasa Keuangan.

Ambol contoh kualitas kredit. Ratio Non Performance Loan (kredit bermasalah) PT BPR Gema Pesisir tahun 2021 terbilang sangatlah kecil sekali. Ratio NPL hanya 0,90 persen. Artinya, lebih dari 99 persen dari total kredit Rp 63,01 Miliar berada dalam status sehat dan lancar. Capaian NPL ini juga sekaligus menjadi capaian terbaik semejak 10 tahun terakhir.

Begitu juga dengan pengendalian biaya. Walau terbilang Big Size untuk ukuran BPR/S namun manajemen PT BPR Gema Pesisir terlihat mampu dengan baik mengelola biaya. Buktinya ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercapai 87,36 persen.

“Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat, kualitas kredit yang kian membaik dan biaya yang terkendali membuat kinerja laba terdongkrak naik. Laba bersih usaha sebelum pajak berhasil di tingkat dari Rp 1,55 Miliar ditahun 2020 naik menjadi Rp 1,65 Miliar ditahun 2021,” ujar Wajdi.

Dari data yang dimiliki, PT BPR Gema Pesisir merupakan BPR/S dengan aset terbesar saat ini di Sumatera Barat. Selain terbesar, BPR ini juga terbilang sangat bagus dari sisi kualitas usaha. Sejumlah penghargaan dan apresiasi berhasil diraih BPR ini secara beruntun, mulai dari Infobank Award hingga Goldend Infobank Award (lima tahun secara beruntun berkinerja sangat bagus-red) dari majalah Info Bank. Selain itu BPR Gema Pesisir juga masuk top 100 BPR berkinerja terbaik nasional selama empat beruntun dan meraih Padang Ekspres Award tahun 2021.

Selain apresiasi atas kinerja, PT BPR Gema Pesisir termasuk BPR yang sarat dengan kejutan. Secara mengejutkan BPR dibawah komando Wajdi ini berhasil menyeruduk dan menyalip sejumlah BPR di Sumbar, termasuk menyalip BPR/S yang sudah besar dan mapan di tahun-tahun sebelumnya.

Alhamdulilah tahun 2021 kita masih bertumbuh dengan baik, semoga tahun 2022 ini kita bisa lebih baik lagi dan keinginan kita bersama untuk bisa menembus angka Rp 100.000.000.000 bisa tercapai. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak," tukas Wajdi. (two) Editor : Hendra Efison
#Direktur Yance Trisnawati #BPR Gema Pesisir #Aset 100 Miliar #Dirut PT BPR Gema Pesisir Wajdi SE #dominasi