Poros Baru Pilgub Beri Kesempatan Putra Terbaik Sumbar

Peta perpolitikan Sumbar terus berjalan dinamis. Sinyal Nasdem akan berkoalisi dengan Golkar, PKB dan PDIP menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020, akhirnya terwujud malam ini, Sabtu (1/8/2020).

Keempat partai yang memiliki 17 kursi di DPRD Sumbar itu bertemu di Hotel Mercure Padang, dan sepakat membentuk sekretariat bersama untuk pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

Koalisi ini juga bakal membuat calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 9 Desember nanti menjadi empat pasang.

Informasi yang dihimpun, empat parpol itu telah komit untuk membentuk sekretariat bersama pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur sampai tanggal 20 Agustus. Setelah itu, pada 5 September mendaftar ke KPU.

Hadir pada kesempatan ini Ketua Partai Golkar Khairunas, Ketua Nasdem Hendrajoni, Ketua PKB Febby Dt Bangso, dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman.

“Iya benar, baru saja kita selesai bertemu dengan pimpinan Golkar, PKB dan PDIP untuk membentuk poros baru yang akan mengusung calon sendiri di Pilgub Sumbar 2020. Kita tidak ingin hanya ikut-ikutan bergabung dengan partai atau koalisi partai yang telah ada dan menetapkan calon saat ini. Apalagi kita berempat punya 17 kursi, melebihi syarat mengusung calon,” ujar Ketua Nasdem Sumbar Hendrajoni ketika dihubungi, Sabtu (1/8/2020) malam.

Menurut Hendrajoni, pihaknya sudah komit untuk membentuk sekretariat bersama.

“Poros baru ini juga bagian dari upaya kita memberikan kesempatan kepada putra terbaik ranah Minang untuk kontestasi dan memimpin Sumbar lima tahun ke depan. Kita secara terbuka akan umumkan siapa saja nantinya yang mendaftar. Kita ingin benar-benar rakyat mengetahui siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih nantinya di Pilgub,” ungkap Hendrajoni.

Setelah pendaftaran, poros baru ini akan melakukan survei terhadap para calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar. “Setelah itu, nama dan data para calon dibawa ke DPP,” tambah Hendrajoni yang juga Bupati Pesisir Selatan.

Terkait siapa-siapa saja tokoh atau calon yang potensial, Hendrajoni mengatakan banyak. Baik untuk posisi calon gubernur maupun wakil gubernur.

Namun, sebelumnya, Hendrajoni sempat menyebut salah satu calon potensial. Yakni, sosok Fakhrizal yang maju menjadi calon independen dan kini masih proses sengketa melaporkan KPU ke Bawaslu dan DKPP.

Ia menilai, Fakhrizal sudah ada pendukung riil yang dibuktikan dalam bentuk ratusan ribu fotokopi KTP yang dijadikan syarat saat maju di pencalonan independen dan dikumpulkan timnya di Sumbar.

Modal itu jadi basis dukungan untuk mengembangkan tambahan pemilih di pilkada nanti jika Fakhrizal maju lewat partai. Belum lagi banyak potensi simpatisannya yang tak sempat  menyerahkan KTP dukungan dan pemilih mengambang.

“Pendukung riil beliau (Fakhrizal, red) kan banyak. Maka, Pak Fakhrizal bila tak jadi di pencalonan independen, bisa saja maju lewat partai. Jika partai lain yang belum ada calon, misalnya Golkar dan PKB berkoalisi mengusung beliau jadi calon, Nasdem bergabung dan mengusulkannya ke DPP,” kata Hendrajoni.

Sementara ini partai yang sudah memiliki pasangan calon seperti Gerindra sudah ada pasangan calon yakni Nasrul Abit-Indra Catri, lalu Demokrat dan PAN sudah ada keputusan PAN mengusung Mulyadi-Ali Mukhni. Kemudian, PKS dan PPP bakal mencalonkan Mahyeldi-Audi.(esg)