Amien Rais Deklarasi Partai Ummat

60
Amien Rais. (jawapos.com)

Teka-teki terkait wacana pembentukan partai baru besutan Amien Rais akhirnya terungkap. Kemarin (1/10), bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengumumkan mengumumkan berdirinya Partai Ummat.

Deklarasi tersebut diumumkan melalui akun resmi Amien Rais Official di saluran Youtube dengan tajuk “Mukaddimah Partai”. Dia menegaskan, Partai Ummat didirikan untuk menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman. “Partai Ummat insya Allah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” ujar Amien yang mengenakan baju koko dan peci hitam.

Dalam kesempatan itu, Amien lantas berbicara soal konsep bernegara. Dia menjelaskan, di era modern, hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal. Dengan sarana, aparat dan kekuasaan yang lengkap, negara dapat melakukan kezaliman politik, ekonomi, sosial, hukum, hingga kezaliman kemanusiaan.

Namun jika dikelola dengan baik, lanjut dia, hanya negara juga yang dapat menegakkan keadilan secara merata. Jadi, semua tergantung pada pemerintah yang berkuasa. “Apakah sedang membela kepentingan rakyat dan umat, atau sebaliknya membela kepentingan konglomerat dan korporatokrat,” imbuhnya. Melalui Partai Ummat, dia bertekad mewujudkannya.

Amien juga menegaskan, meski bernafaskan ajaran Islam, Partai Ummat berkomitmen dengan dasar negara yang dianut Indonesia. “Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal,” pungasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, dengan berdirinya Partai Ummat, Amien Rais telah secara resmi keluar dan meninggalkan PAN. “Oleh karena itu Pak Amien Rais sudah tidak identik lagi dengan PAN,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin.

Meski demikian, lanjut Viva, pihaknya menyambut kehadiran Partai Ummat dipanggung politik tanah air. Dia juga menegaskan, Partai Ummat memiliki ideologi yang berbeda. Jika Partai Ummat itu partai Islam, PAN tetap pada ideologi Nasionalis-Religius. Perbedaan ideologi politik akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat.

Baca Juga:  Jika Terkait Petahana, Aparat Sungkan Bubarkan Pelanggaran Prokes

Oleh karenanya, PAN tidak ambil pusing dengan kelahiran partai tersebut. Pihaknya meyakini para kader dan pengurus PAN memiliki rasionalitas politik dan berakal sehat. Sehingga akan tetap istiqomah dan cinta PAN. “Jika ada anggota yang keluar dari PAN dan ikut Partai Ummat, itu hanya sebagian kecil saja. Non signifikan. Tidak bedol desa,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, sampai saat ini tidak ada satupun anggota legislatif di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota maupun kader di lembaga eksekutif yang menyatakan keluar dari PAN dan bergabung di Partai Ummat. Untuk itu, PAN tidak memiliki program khusus untuk mengantisipasi lahirnya Partai Ummat.

Sebaliknya, Viva menegaskan PAN tetap fokus yang menjadi prioritas. Yakni, menyelesaikan konsolidasi organisasi, membuat program kemanusian untuk membantu pemerintah memberantas pandemi Covid 19, dan menjalankan fungsi konstitusional di lembaga legislatif. “Termasuk fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya

pemerintahan, serta masif bergerak membangun proses perkaderan partai,” pungkasnya.
Anggota Fraksi PAN DPR RI Guspardi Gaus menghormati keputusan Amien tetap komitmen mendirikan partai. Di era demokrasi ini, setiap warga negara berhak membuat dan mendirikan partai.

“Kalau beliau (Amien Rais, red) tetap akan mendirikan partai baru dan itu merupakan ikhtiar yang tidak bisa diubah lagi, ya kita menghormati pilihan dan keputusan beliau. Sebagai kader PAN, kita tetap akan sangat menghormati karena pak Amien adalah panutan para kader dan sangat berjasa membesarkan partai. Dan kalau pilihan pak Amien tetap akan mendirikan partai kita juga tidak bisa menghalangi dan melarangnya,” tandas anggota Komisi II DPR RI tersebut. (far/jpg)