Koalisi Poros Baru Minus PDIP Sumbar Siap Terima Bapaslon Terbaik

694
Jumpa pers Koalisi Poros Baru dihadiri Febby Dt Bangso (PKB), Desra Ediwan (Golkar), dan Musmaizer (Nasdem).

Tiga partai politik tanpa PDIP, akhirnya bulat sepakat untuk tergabung dalam Koalisi Poros Baru. Tiga parpol itu adalah Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem. Kini, ketiga parpol itu membuka peluang bagi siapa saja untuk maju dalam kancah Pilgub Sumbar 2020. Ketiga pimpinan parpol ini mengaku terbentuknya koalisi ini sesuai perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Untuk mengusung bakal calon dalam pilkada kali ini Poros Baru telah memenuhi syarat yaitu 14 kursi di parlemen. Di DPRD Sumbar, Partai Golkar memiliki 8 kursi, Partai Nasdem 3 kursi dan PKB 3 kursi, sehingga totalnya 14 kursi.

“Poros Baru hadir untuk memberi kesempatan pada tokoh terbaik di Pilkada Sumbar. Peluang menang mereka ada di Koalisi Poros Baru,” ujar Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Dt Bangso dalam jumpat pers, Senin (3/8/2020) di Padang.

Hadir sejumlah tokoh antara lain Afrizal (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Sumbar), Desra Ediwan (Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbar), Musmaizer Dt Gamuak (Sekretaris DPW Partai Nasdem Sumbar), Erick Hariyona (Bendahara DPD Partai Golkar Sumbar), Yulman Hadi (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar) dan Samam Hadianto (Wakil Ketua DPW PKB Sumbar) serta sejumlah pengurus partai.

Dt Febby menyatakan koalisi ini masih sangat terbuka bagi partai lain yang berkeinginan untuk bergabung. “Politik itu dinamis. Bisa saja partai partai yang hari ini dikatakan sudah mempunyai calon, tapi dalam last minute terjadi perubahan dan bergabung dengan koalisi ini. Kita akan selalu wellcome, hingga batas akhir pendaftaran calon ke KPU Sumbar,” ungkap Dt. Febby.

Baca Juga:  Antusias Vaksinasi di Kantor Demokrat Sumbar, Warga Dapat Bantuan Sembako

Desra Ediwan menambahkan Koaliasi Poros Baru sangat tepat bagi tokoh-tokoh terbaik yang ingin mengabdi untuk Sumbar. “Mekanisme penentuan pasangan calon yang akan diusung oleh poros baru tentunya melihat kualitas dan popularitasnya. Dan itu akan kita tentukan lewat survei. Hasil survei lah nantinya menentukan siapa yang akan kita usung sebagai pasangan cagub/cawagub Sumbar di Pilkada Serentak, 9 Desember 2020,” ungkap Desra.

Terkait dengan persetujuan DPP masing-masing partai terhadap paslon yang ditetapkan koalisi ini nantinya, Sekretaris Partai Nasdem Sumbar, Musmaizer Dt. Gamuak menegaskan bahwa hal itu tidak ada masalah.

Pasalnya, DPP Partai Nasdem telah memberikan mandat pada DPW PKB Sumbar untuk menentukan siapa cagub/cawagub. DPP sifatnya hanya menyetujui keputusan yang diambil DPW Nasdem Sumbar.

“DPP telah memberi mandat penuh kepada kita untuk menentukan suapa paslon yang akan diusung,” jelas Dt. Gamuak.

Hal senada juga disampaikan pentolan PKB dan Golkar. “Koalisi ini terbentuk karena sudah adanya perintah DPP,” tegas Dt. Febby yang diamini Desra Ediwan.

Kapan bakal calon bisa mendaftar, Afrizal menambahkan bahwa dalam dua hari ini koalisi akan merancang berbagai persiapan. “Kita perkirakan Kamis depan, sudah kita mulai pendaftaran bakal calon. Pendaftaran dipusatkan pada Sekretariat Bersama di Hotel Kyriad Bumiminang Padang. Silakan datang, pintu selalu terbuka,” tutup Afrizal. (*/hsn)