Pilgub Sumbar Hampir Pasti Tiga Pasang

ilustrasi. (net)

Peluang munculnya pasangan calon keempat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sumbar pada 9 Desember mendatang, boleh dibilang hampir tertutup. Poros Baru koalisi Partai Golkar, Nasdem dan PKB yang digadang-gadangkan bisa menciptakan pilgub empat pasang, gagal memenuhi ekspektasi.

Pasangan balon Fakhrizal-Genius Umar yang diyakini bisa merebut tiket maju melalui Poros Baru, sejauh ini baru bisa mengantongi dukungan Partai Golkar (8 kursi) dan Partai Nasdem (3 kursi). Sedangkan PKB menjadi kunci membawa pasangan ini bertarung dengan tiga paslon lainnya, malahan menjatuhkan pilihannya ke Paslon Mulyadi-Ali Mukhni.

Artinya, koalisi yang dibangun Fakhrizal-Genius Umar lewati Partai Golkar dan Partai Nasdem sejauh ini baru berjumlah 11 kursi. Atau, masih menyisakan dua kursi (syarat minimal harus 13 kursi di DPRD Sumbar). Bila arah koalisi tidak berubah, kecil peluang pasangan ini memperoleh tiket terakhir ke Pilgub Sumbar.

Kondisi ini membuat pertarungan dalam Pilgub Sumbar mendatang besar kemungkinan hanya diikuti tiga pasangan calon. Yakni, Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy diusung PKS-PPP (14 kursi); Nasrul Abit-Indra Catri diusung Partai Gerindra (14 kursi); Serta, Mulyadi-Ali Mukhni diusung koalisi besar Partai Demokrat (10 kursi), PAN (10 kursi), PDIP (3 kursi) dan PKB (3 kursi).

Kepastian Mulyadi-Ali Mukhni mengantongi tambahan partai koalisi masing-masing PDIP dan PKB mencuat kemarin. “Untuk Provinsi Sumbar rekomendasi diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni, merdeka,” kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani seperti yang disiarkan langsung akun YouTube PDIP, kemarin.

Usai dibacakan Puan, surat rekomendasi diserahkan oleh Wasekjen PDIP Utut Adianto. Mulyadi di atas panggung tampak menerima langsung surat rekomendasi tersebut didampingi oleh Ketua DPD PDIP Sumbar, Alex Indra Lukman. “Semoga sumbar menjadi Provinsi yang memang mendukung negara Pancasila, merdeka,” ujar Puan setelah surat rekomendasi diterima Mulyadi.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Sumbar Alex Indra Lukman menyebutkan, partainya mendukung Mulyadi sebagai calon gubernur karena prestasinya. Selain sebagai Ketua DPW Partai Demokrat, Mulyadi juga anggota DPR RI Dapil Sumbar 2 peraih suara terbanyak. “Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, ia memiliki kiprah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumbar,” ujarnya, kemarin.

Untuk calon wakil gubernur, Ali Mukhni adalah kader PAN yang juga bupati Padangpariaman 2 periode. Ali Mukhni banyak memberi kemajuan saat memimpin daerah tersebut sebagaimana yang dapat disaksikan bersama bagaimana pesatnya pembangunan di Padangpariaman.

“Dengan memperhatikan rekam jejak kedua tokoh tersebut, maka PDIP memutuskan mengusung pasangan tersebut,” tukas dia. Pihaknya segera menjalankan program pemenangan untuk dilaksanakan oleh seluruh jajaran partai di Sumbar, untuk memenangkan Mulyadi-Ali Mukhni.

Mantan anggota DPR RI menyebutkan, keputusan mengusung Mulyadi-Ali Mukhni ini, tentunya dengan pertimbangan yang masak. Sudah melalui prosedur partai yang mulai dari bawah, dari sistem penjaringan penyaringan, menurut PDIP inilah pasangan yang cocok.

Keputusan PKB menjatuhkan pilihan ke Mulyadi-Ali Mukhni juga terlihat kemarin. Koordinator Zona Pilkada DPP PKB Wilayah Sumbar Anggia Ermarini melalui keterangan tertulis di Padang, menyebutkan alasanya PKB mendukung Mulyadi-Ali Mukhni pada Pilgub Sumbar, karena keduanya pasangan yang ideal saling melengkapi serta gabungan nasionalis-religius.

Gabungan keduanya diyakini mampu membawa kesejahteraan dan keberkahan bagi masyarakat Sumbar. Dari survei yang ada, Mulyadi memiliki elektabilitas yang membanggakan. “Dua alasan itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan dukungan,” katanya.

Bakal calon Gubernur Sumbar Mulyadi yang menerima dukungan tersebut menyebutkan, dia ingin terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Sumbar. Menurut dia, dalam membangun Sumbar yang kaya potensi baik sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia harus secara bersama-sama.

“Prinsipnya, kita ingin banyak didukung karena kita ingin membangun Sumbar dengan semangat kebersamaan. Semakin banyak yang mendukung, semakin banyak yang memberi masukan. Tentu akan semakin baik, walaupun secara jumlah kursi kita sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Dirinya berharap, seluruh kader dan simpatisan partai bergerak untuk menyosialisasikan dirinya dan Ali Mukhni. Dia juga optimis kerja keras semua pihak akan membawa kemenangan bagi pasangan Mualim ini pada 9 Desember nanti.

Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt Bangso menyampaikan, secara administratif pihaknya hingga kini belum menerima surat persetujuan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dari DPP PKB. “Saya rasa masih tarik ulur di tingkat pimpinan. Nanti akan saya coba konfirmasi. Kalau ada informasi nanti dikabarkan,” ungkapnya.

Keterangan berbeda disampaikan Sekretaris DPW PKB Sumbar, Firdaus. “Ya, keputusan DPP PKB pada Mulyadi-Ali Mukhni,” kata Anggota DPRD Sumbar ini pada Padang Ekspres, malam. Bahkan, dia membenarkan kalau adanya Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Nomor: 3856/DPP/01/VIII/2020 tentang Persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, tertanggal 28 Agustus 2020.

Persetujuan tersebut, ditandatangani oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal Hasanuddin Wahid. “Iya benar, DPP PKB telah mendukung pasangan Mulyadi dan Ali Mukhni,” katanya. Ketika ditanya alasan PKB memilih pasangan ini, Firdaus menyebutkan semua itu keputusan DPP.

NasDem Dukung Fakhrizal-Genius Umar
Sebelumnya, Partai Nasdem menjatuhkan dukungannya kepada Fakhrizal-Genius Umar. Hal itu tertuang dalam surat keputusan dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Nasdem Nomor 272-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2020 tertanggal 31 Agustus 2020. Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate.

Baca Juga:  Maksimalkan Dukungan Basis Massa, NA-IC Berpeluang Menangi Pilgub

Bapaslon Genius Umar saat dikonfirmasi kemarin (2/9) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan tentang persetujuan paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dari Partai Nasdem tersebut. “Dari Nasdem sudah keluar dan sudah kami terima tadi pagi (kemarin, red),” katanya.

Adanya persetujuan tersebut, Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Fakhrizal-Genius Umar mendapat dukungan dari dua partai, yakni Partai NasDem dan Golkar yang sebelumnya juga telah memberikan persetujuan dukungan terlebih dahulu.

Dengan begitu, Bapaslon Fakhrizal-Genius Umar mendapat dukungan dengan jumlah 11 kursi di DPRD Sumbar. Jumlah tersebut masih kurang dua kursi, sebab untuk bisa mendaftar ke KPU Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar harus mendapat dukungan dengan jumlah 13 kursi di DPRD Sumbar.

Genius Umar menyatakan, pihaknya sudah melakukan negosiasi yang alot dengan Partai PKB. “Sudah hampir finish, tapi tidak tahu hasilnya bagaimana. Doakan saja,” ujar Genius.
Sementara itu, Ketua Partai Nasdem Sumbar Hendrajoni dihubungi Rabu (2/9) malam menyampaikan, belum bisa memberikan kepastian informasi dukungan tersebut. Dia meminta Padang Ekspres untuk bersabar hingga hari ini. “Tunggu dulu, jika surat itu memang sudah turun saya akan lakukan jumpa pers di Padang besok (hari ini),” kata Bupati Pessel ini.

Masih Berpeluang Berubah
Pengamat politik Taufik kepada Padang Ekspres, Rabu (2/9) menilai dengan diusungnya Fakhrizal dan Genius Umar oleh Partai Nasdem dan Golkar, hal tersebut tentunya akan menambah peta persaingan Pilgub 2020. Meskipun pasangan Fakhrizal dan Genius Umar masih membutuhkan 2 kursi lagi untuk bisa lolos pendaftaran, ia mengatakan, kemungkinan mendapatkan tambahan kursi masih terbuka lebar.

”Saat ini dengan dua partai pengusung yakni Nasdem dan Golkar, jumlah kursi saat ini ada 11 kursi. Masih kurang 2 kursi lagi karena untuk bisa mendaftar itu syaratnya harus 13 kursi,” jelasnya.

Taufik mengungkapkan, awalnya partai Golkar dan Nasdem tersebut bersama PKB satu koalisi yakni koalisi Poros Baru, tapi karena PKB memilih mendukung pasangan Mulyadi dan Ali Mukhni, akibatnya pasangan Fakhrizal dan Genius Umar harus mencari 2 kursi tambahan.

”Kalau bicara politik, sifatnya itu dinamis dan bisa berubah-ubah. Jadi, kemungkinan paslon Fakhrizal dan Genius Umar lolos pendaftaran itu bisa saja terjadi dimenit-menit akhir pendaftaran,” ungkapnya.

Sementara jika Paslon Fakhrizal dan Genius Umar akhirnya tidak bisa lolos, Taufik menyebutkan, maka potensi pertarungan di Pilgub Desember mendatang akan ada hanya 3 paslon saja. “Ya 3 paslon yang pasti itu yakni Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy, Mulyadi-Ali Mukni, serta Nasrul Abit-Indra Catri,” tukasnya.

Lebih lanjut Taufik menyampaikan, persaingan dan pertarungan ketiga paslon tersebut diprediksi akan ketat dan dipenuhi perang strategi antar ketiga paslon. Ia menambahkan, ketiga paslon sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga untuk memprediksi siapa yang akan memenangkan posisi orang nomor satu di Provinsi Sumbar itu tidak bisa dilakukan.

”Contohnya saja Mahyeldi Ansharullah telah memimpin Kota Padang dua periode dan pasangannya merupakan anak muda yang bisa mengambil hati milineal yang tidak dimiliki oleh paslon lain,” ujarnya.

Kemudian, Nasrul Abit telah terbukti berhasil memimpin menjadi Bupati Pesisir Selatan (Pessel) dan Wagub Sumbar dan pasangannya Indra Catri yang juga berhasil menjadi Bupati Kabupaten Agam. “Sedangkan Mulyadi dipercaya menjadi wakil masyarakat Sumbar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI beberapa periode dan Ali Mukhni berhasil menjadi Bupati Kabupaten Padangpariaman 2 periode,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pengamat politik lainnya, Asrinaldi. Asrinaldi menjelaskan, peluang Fakhrizal dan Genius Umar untuk bisa lolos pendaftaran di KPU tersebut masih terbuka. Ia mengungkapkan, politik itu bersifat dinamis dan bisa berubah-ubah bahkan dalam waktu cepat. Menurutnya, sebelum surat dukungan Paslon belum diserahkan kepada KPU, maka segala kemungkinan itu bisa saja terjadi.

”Jadi apakah nanti PKB berubah pikiran dan kembali balik bergabung dengan Golkar dan Nasdem, maka kursi yang dibutuhkan oleh Fakhrizal dan Genius Umar bisa mencapai 13 kursi,” jelasnya.

Asrinaldi mengatakan, lolos atau tidaknya paslon Fakhrizal dan Genius Umar tersebut tergantung dari seberapa cepat paslon itu menjalin komunikasi politik dengan partai politik lainnya. “Jika paslon Fakhrizal dan Genius Umar benar-benar ingin lolos, ya mulai dari sekarang mereka harus menjalin komunikasi politik yang intens,” katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, misalnya paslon Fakhrizal dan Genius Umar tidak jadi lolos kontestasi Pilgub nanti, maka kondisi itu akan sangat mempengaruhi peta politik di Provinsi Sumbar. Ia menambahkan, simpatisan atau pendukung dari paslon Fakhrizal dan Genius Umar bisa saja menjadi pembeda dan penentu dalam pertarungan pilgub nantinya. ”Bisa jadi nanti massa dari Fakhrizal dan Genius Umar ini mendukung salah satu paslon yang maju dan menjadi penentu dan kemenangan paslon tersebut. (rdo/a/i/eko)