Terbukti Berkualitas, IKPS Dharmasraya Dukung NA-IC di Pilgub Sumbar

34

Dukungan untuk calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) terus mengalir. Dukungan kali ini datang dari Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) di Dharmasraya. Banyak tokoh sentral masyarakat dan pemuda asal Pesisir Selatan (Pessel) di kabupaten itu yang menyatakan bersiap memenangkan NA-IC pada Pilgub Sumbar 2020.

Ketua IKPS Dharmasraya, Syafti Yondri Sutan Rajo Intan, mengatakan pihaknya tak mau membuang kesempatan Nasrul Abit untuk menjadi gubernur. Jika tidak hari ini, entah kapan lagi putra daerah Pessel berkesempatan menjadi Gubernur Sumbar. Karena itu, memenangkan NA-IC adalah harga mati bagi mereka. “Sudah saatnya putra Pessel memimpin Ranah Minang,” ujarnya, Sabtu (3/10/2020).

Syafti Yondri menyatakan bahwa IKPS Dharmasraya mendukung NA seratus persen. Baginya, NA merupakan pemimpin berkualitas. Buktinya, NA menjadi wakil bupati satu periode, menjadi bupati dua periode, dan menjadi wakil gubernur satu periode.

“Itu bukti orang berkualitas. Tidak mengada-ada. Buktinya ada. Banyak pembangunan yang dilakukan Pak Nasrul Abit di Sumbar, termasuk di Pessel,” ucapnya.

Di mata Syafti Yondri, sosok pemimpin itu ada pada NA. Ia melihat NA mampu berbicara tanpa teks ketika berpidato di depan umum. Selain itu, gaya bicara dan berpidato NA menyejukkan pendengaran.

Selain mendukung NA, pihaknya akan menyosialisasikan NA-IC kepada masyarakat lain di Dharmasraya. Baginya, NA berkesan bagi masyarakat di kabupaten tersebut karena cukup banyak pembangunan di Dharmasraya, yang berasal dari APBD provinsi, terwujud berkat bantuan NA.

Baca Juga:  Perkuat Peran Niniak Mamak, Mulyadi Fasilitasi Balai Adat di Nagari 

Sehubungan dengan isu miring terhadap NA, Syafti Yondri mengatakan bahwa IKPS Dharmasraya tidak terpengaruh. Menurutnya, isu-isu itu sengaja dibuat untuk menurunkan elektabilitas Nasrul Abit. Ia menganggap sejumlah isu, seperti isu ijazah palsu dan isu pemalsuan dokumen pajak yang dituduhkan kepada Wartawati (istri Nasrul Abit), isu pembangunan RSUD M. Zein, dan isu Mandeh sebagai cara untuk menjegal Nasrul Abit melenggang menduduki kursi Sumbar Satu.

“Saya percaya bahwa Pak Nasrul Abit dan keluarga besarnya tidak seperti yang dituduhkan orang. Kami sudah melihat bahwa Pak Nasrul Abit, yang 15 tahun menjadi pemimpin di Pessel dan lima tahun menjadi wakil gubernur Sumbar, terbukti bersih dan memang bekerja serta mengabdi untuk rakyat. Isu-isu itu adalah isu basi yang terus digoreng sejak tahapan Pilgub Sumbar dimulai,” tuturnya.

Syafti Yondri mengatakan bahwa keberhasilan Nasrul Abit tidak bisa dibantah lagi karena memiliki jejak yang jelas, termasuk jejak digital. Nasrul Abit terkenal memiliki kemampuan mengeluarkan daerah-daerah dari status tertinggal.

“Pak Nasrul Abit merupakan pemimpin yang punya nyali. Salah satu buktinya, beliau berani masuk ke area konflik untuk menyelamatkan rakyatnya, seperti pergi Wamena ketika terjadi kerusuhan di sana. Hal itu merupakan dua bukti kerja Nasrul Abit dari sekian banyak bukti kinerja lainnya,” katanya.

Atas prestasi tersebut, Syafti Yondri meyakini NA-IC akan melenggang mulus menjadi gubernur Sumbar dan menjadikan “Sumatera Barat Unggul untuk Semua”. (rel)