Fakhrizal-Genius Umar Programkan Satu Keluarga Satu Sarjana

158

Fakhrizal dan Genius Umar optimistis program Satu Keluarga Satu Sarjana bisa diterapkan di Sumatera Barat. Keduanya yakin pendidikan mampu memutus mata rantai kemiskinan di Sumbar.

Hal itu terungkap saat debat pamungkas yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta nasional, Kamis siang (3/12/2020).

Cagub nomor urut 3 Fakhrizal menyebut program satu keluarga satu sarjana merupakan program unggulan yang bertujuan mengangkat kualitas SDM di Sumbar.

Dengan memberikan kesempatan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi bagi siswa dari keluarga kurang mampu, maka akan membuka kesempatan bagi siswa tersebut mendapat pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang lebih baik hingga perguruan tinggi. Program satu keluarga satu sarjana merupakan bagian dari pelayanan publik yang memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk menempuh pendidikan setingginya,” ujar mantan Kapolda Sumbar ini.

Cawagub nomor urut 3 Genius Umar secara meyakinkan menjelaskan bagaimana program ini bisa dijalankan di Provinsi Sumbar.

Bagaimana mekanisme pelaksanaannya, Genius menyebut setiap kabupaten/kota tentu telah memiliki data angka kemiskinan atau menggunakan data BPS.

Mereka yang masuk data inilah nantinya minimal satu orang anaknya diberikan beasiswa kuliah hingga perguruan tinggi.

Program pendidikan perguruan tinggi yang dipilih adalah pendidikan vokasi atau pendidikan yang masa kuliahnya relatif singkat namun memiliki skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Seperti politeknik dan akademi yang masa pendidikannya tiga tahun.

“Jadi begitu mereka tamat mereka bisa langsung bekerja. Program ini sudah dinikmati 112 orang siswa di Pariaman. Kami optimistis ini juga bisa diterapkan di tingkat Sumbar,” ujarnya.

Ia optimistis hal ini juga disambut baik kalangan perguruan tinggi. Dengan program kerjasama Perguruan Tinggi, tentunya sudah ada kuota khusus yang disediakan Perguruan Tinggi untuk program ini.

Baca Juga:  Deklarasi Prabowo Presiden Bergema dari Sumbar hingga Tangerang Raya

Bagamaina dengan pembiayaan beasiswa? Genius menjelaskan lewat mekanisme sharing/berbagi anggaran antara kabupaten/kota dengan provinsi.

Jadi misalnya di satu kabupaten ada 250 siswa tamat SMA/ SMK dari keluarga kurang mampu yang ikut program satu keluarga satu sarjana, maka disepakati terlebih dahulu berapa kemampuan daerah tersebut untuk menanggung beasiswanya.

Dalam hal ini tidak hanya menanggung biaya perkuliahan sampai selesai namun juga termasuk uang saku per bulan untuk masing-masing siswa.

Jika kemampuan daerah 150 siswa saja maka nantinya 100 siswa pembiayaannya akan ditanggung oleh pemerintah Provinsi Sumbar.

Bahkan dalam hal ini bisa juga menggandeng BUMN untuk menyalurkan CSR-nya pada program ini. Sebab memang pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pemerintah saja namun seluruh pihak.

“Kami optimistis program ini bisa berjalan di Sumbar. Kejayaan Sumbar di masa lalu sebagai provinsi yang melahirkan generasi berkulitas akan kembali kita raih,” ujar Genius.

Selain pendidikan, masalah jaminan seluruh warga mendapatkan asuransi kesehatan juga merupakan prioritas. Seluruh warga di Sumbar dicover dengan jaminan layanan kesehatan dengan asuransi kesehatan.

Program ini juga dapat diterapkan dengan menggunakan sharing anggaran provinsi dan kabupaten/kota di Sumbar. Sehingga tidak ada lagi cerita warga Sumbar yang tidak mendapatkan layanan medis karena tidak memiliki jaminan asuransi kesehatan.

“Karena pada dasarnya pemimpin adalah pelayan masyarakatnya. Jadi pemimpin harus menjamin seluruh kebutuhan dasar masyarakatnya dengan memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya. (nia)