Fakhrizal-Genius Melangkah ke Poros Baru, Proses di Bawaslu Lanjut

Koalisi poros baru bentukan Partai Nasdem bersama Golkar dan PKB jadi magnet tersendiri bagi para tokoh di ranah dan rantau untuk maju menjadi calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada 9 Desember nanti.

Koalisi poros baru ini gabungan tiga partai, yakni Golkar, PKB dan Nasdem yang memiliki 14 kursi di DPRD Sumbar. Melebihi persyaratan mengusung pasangan calon ke KPU Sumbar, 13 kursi.

Seperti diperkirakan banyak kalangan, pasangan calon dari jalur independen Fakhrizal dan Genius Umar juga akan mendaftar ke Sekretariat Poros Baru di Kiryad Hotel Bumi Minang, pada Sabtu (8/8/2020) nanti pukul 16.00 WIB.

Genius Umar mengatakan, dirinya bersama Fakhrizal akan mendaftar ke poros baru karena kecewa dengan kinerja KPU Sumbar, terutama dalam proses verifikasi faktual syarat pencalonan beberapa waktu lalu. Mereka telah protes dan mengajukan sengketa terhadap KPU ke Bawaslu dan DKPP.

“Kami berdua memang berniat untuk maju dari jalur perseorangan. Tapi setelah berusaha dan mendapat dukungan ratusan ribu masyarakat, yang kami dapati justru kekecewaan karena KPU bekerja tidak profesional. Sampai saat ini, KPU juga belum menjawab satupun tuntutan kami. Makanya kami mencoba untuk mendaftarkan diri ke Parpol,” ungkap Genius Umar, Rabu (5/8/2020).

Meski mendaftar ke partai politik, kata Genius, dirinya bersama Fakhrizal masih tetap optimistis bisa melanjutkan perjuangan di Pilgub Sumbar melalui jalur independen.

Keduanya tetap menyampaikan langkah-langkah yang diambil ke para relawan dan para pendukung dengan niat tetap bersatu untuk Sumbar maju.

“Berkas sengketa yang kita masukkan ke Bawaslu sudah lengkap. Jadi, kami optimistis apa yang kami laporkan itu bisa diproses oleh Bawaslu secara profesional. Apalagi dari analisa berbagai kalangan termasuk para pakar hukum juga sependapat dengan apa yang menjadi protes kami,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, proses sengketa yang dilaporkan ke Bawaslu dan DKPP tetap lanjut sebagai upaya menjaga kualitas demokrasi di negeri ini tetap terjaga. Agar semua penyelenggara pilkada bekerja profesional dan adil sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Pilkada Tetap 9 Desember, KPI-SPS Dorong Sosialisasi Masif di Media

“Tahapan pilkada ini masih panjang. Jika di awal saja ada yang berlaku tidak beres, maka akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat serta legitimasi calon terpilih nantinya. Makanya, itu yang kita ingin perbaiki agar semua tetap berjalan sesuai aturan dan berlaku profesional,” tambahnya.

Terkait pendaftaran ke poros baru, Genius mengatakan pihaknya akan mengikuti proses yang sudah ditetapkan oleh parpol di koalisi tersebut.

“Kita akan daftar ke poros baru dengan semangat baru tanpa meninggalkan proses yang tengah bergulir di Bawaslu. Kita juga apresiasi poros baru yang memberikan kesempatan secara terbuka kepada semua putra terbaik ranah Minang untuk mendaftar dan ikut kontestasi. Ini bagian dari demokrasi dan patut diapresiasi,” ungkapnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun padek.co, telah banyak tokoh Sumbar yang mengonfirmasi untuk mendaftar poros baru sejak hari ini (6/7/2020) hingga Minggu (9/7/2020).

“Pendaftaran sudah dimulai hari ini pukul 14.00 WIB di Kyriad Hotel Bumi Minang. Sudah ada 9 orang tokoh yang sudah menghubungi kami untuk mengambil formulir dan mendaftar hingga hari Minggu nanti,” kata Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar Afrizal.

Sementara itu, Ketua DPW Nasdem Hendrajoni sebelum poros baru terbentuk telah menyebutkan, salah satu pasangan calon potensial adalah Fakhrizal-Genius Umar.

Pasangan jenderal polisi berbintang dua asal Agam dan wali kota Pariaman itu punya kelebihan, yakni telah memiliki basis suara riil yang dibuktikan ratusan ribu dukungan masyarakat dalam bentuk fotokopi KTP saat maju di jalur independen.

Sementara itu, Genius Umar dinilai banyak kalangan sukses dalam membangun perekonomian dan pariwisata Kota Pariaman serta punya jejaring lobi pembangunan ke pemerintahan serta dekat dengan kalangan politisi dan senator di Senayan. Genius juga punya historis didukung Golkar dan PKB ketika maju sebagai wali kota. (i)